Agung Budi/Radar Jogja
SALAMAN : Beberapa pelajar berkesempatan berjabat tangan dengan Wakil
Bupati Yuli Hastuti dalam perjalanannya ke rumah dinas dari rumah
pribadinya, Sabtu (27/2).
PURWOREJO – Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti boyongan ke rumah dinas bupati yang ada di Kompleks Alun-alun Kutoarjo, Sabtu (27/2). Ratusan pendukung menyertai perjalanan Yuli, baik dengan andong dan jalan kaki dari rumahnya di Desa Grabag.

Sesekali, Yuli turun dari andong dan berjalan kaki saat ada kerumumanan yang memadai jalan menyambut perjalanannya. Sang suami, Kelik
Sumrahadi, mantan Bupati Purworejo, tak terlihat dalam kegiatan tersebut. Ia tengah sakit dan menunggu kedatangan istrinya di Pendopo
Kutoarjo.

Sekretaris DPD Partai Golkar Purworejo Kelik Susilo Ardani mengatakan, jalan kaki memang diwacanakan sejak awal saat Wabup Yuli hendak
memasuki rumah dinas. Hal yang sama pernah dilakukan Kelik Sumrahadi menjabat wakil bupati periode 2000-2005. Saat itu, Kelik mendampingi Bupati Purworejo Marsaid.

“Pak Kelik juga pernah melakukan yang sama saat beliau terpilih sebagai wabup mendampingi Pak Marsaid waktu itu,” imbuh Kelik Susilo.

Sesampai di rumah dinas, Yuli Hastuti diterima masyarakat, pimpinanan SKPD, dan lainnya. Termasuk Bupati Agus Bastian dan Sekda Purworejo Tri Handoyo.

Ketua Dewan Pendidikan Purworejo Kasito yang bertindak sebagai wakil keluarga, sebelum memasuki pendapa rumah dinas wabup mewakili keluarga wakil bupati, kulonuwun pada ketua RT 01/RW Kutoarjo Muh Saebani.

“Dulu Bu Yuli Hastuti pernah menampati pendapa ini. Sekarang kembali menempati rumah dinas. Kami selaku wakil keluarga, kulonuwun pada warga RT sini,” katanya.

Saebani menerima kedatangan Yuli Hastuti dengan senang hati. “Masuk rumah dinas pada Sabtu Pahing, punya nilai bagus dan tepat. Sesuai perhitungan Jawa, Sabtu dan Pahing memiliki angka 9. Jika dijumlah menjadi 18. Menurut hari hitungan Jawa, ini memiliki makna
hari tibo bondo atau kadunyan atau hari murah rejeki,” ungkap Saebani.(cr2/hes/ong)