SLEMAN – Penertiban toko berjejaring di Sleman semakin jelas. Bupati Sleman Sri Purnomo komit menindaklanjuti toko modern yang bermasalah.

SP-sapaan akrab Sri Purnomo menegaskan, pihaknya komit menegakkan aturan menegenai toko modern yang diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Izin Gangguan dan Perda Nomor 18 Tahun 2012 tentang Izin Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Sri Purnomo berjanji akan menutup seluruh toko yang bermasalah pada awal Maret ini.

“Kebijakan itu cukup sekali. Bila tidak ada perubahan aturan, kami akan melanjutkan seperti yang sudah dijalani,” janji SP kemarin (29/2).

SP tak membenarkan pernyataan Pustopo yang hanya menunggu intruksi penertiban toko modern darinya. Sebab penanganan toko modern, merupakan tanggung jawab seluruh instansi terkait.

Sebelumnya, SP menegaskan, penegakkan toko modern via akun facebook pribadinya, 27 Februari 2016. Dalam statusnya, ia menginstruksikan pada Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman Pustopo untuk menertibkan dan menindak tegas toko modern yang melanggar aturan perda. Termasuk toko modern yang jaraknya kurang 1 kilomer dari pasar tradisional.

“Insya Allah akan direalisasikan akhir bulan ini (Februari) atau awal Maret,” imbuhnya.

Kepala Satpol PP Sleman Joko Supriyanto menjelaskan, ada delapan minimarket yang akan ditertibkan pada Maret ini. Penertiban akan dilakukan pada toko modern yang berjarak hanya 100 meter dari pasar tradisional.

“Kami sudah mendapat perintah melakukan penertiban,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada Januari lalu Pemkab Sleman melakukan penertiban terhadap enam unit toko modern. Sedangkan total keseluruhan toko yang bermasalah sebanyak 89 unit.

Joko menjelaskan, setelah penertiban terhadap toko yang jaraknya kurang dari 100 meter selesai, aksi yang sama dilanjutkan terhadap toko berjarak kurang dari 200 meter dari pasar tradisional. Prioritas penertiban dilakukan pada toko yang tidak memiliki izin resmi.

Ia mengataskan, penertiban toko berjejaring baru bisa berlangsung atas koordinasi dengan Disperindakop. Satpol PP akan melakukan penyegelan terhadap toko modern yang menyalahi aturan.

“Penyegelan tak dilakukan dengan penggembokkan. Hanya memberikan tanda, toko ini ditutup,” katanya.(bhn/demo/ong)