SLEMAN – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) DIJ kembali menyalurkan 15 ton beras sejahtera (Rastra) di wilayah desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Senin (29/2). Jumlah itu disalurkan untuk 1.007 KK.

Kepala Perum Bulog Divre DIJ, Sugit Tedja Mulyono menjelaskan, pihaknya sengaja turun ke lapangan untuk memantau proses dan mekanisme penyaluran Rastra di wilayah Desa Wukirsari. Dia mengapresiasi mekanisme penyaluran di Wukirsari karena dilakukan melalui Kelompok Masyarakat Sejahtera. “Mekanisme penyaluran oleh masyarakat ini merupakan satu-satunya di Jogja,” katanya kepada wartawan di Balai Desa Wukirsari.

Dengan penyaluran seperti itu, selain tidak merepotkan perangkat desa juga memudahkan warga yang hendak komplain jika ada beras rastra yang tidak sesuai kriteria. Salah satu warga penerima rastra, Sri Astuti, 53 mengatakan, beras rastra tahun lalu berbau apek, dan untuk tahun ini relatif lebih bagus. “Cuma warnanya masih kuning. Tapi ndak pengaruh ke rasanya. Kalau dicuci memang agak lama dan airnya banyak,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Sugit mengakui jika beras tahun kemarin yang berbau apek disebabkan karena beras tahun kemarin telah disimpan di gudang Bulog selama 8 bulan hingga 1 tahun. Sugit beralasan, penyimpanan beras yang begitu lama itu karena memang beras persediaan untuk rastra harus disimpan.

Namun demikian, Sugit menjamin jika tahun ini tidak akan ada lagi beras berbau apek, karena penyimpanan beras tahun ini paling lama hanya empat bulan. “Beras rastra yang disalurkan saat ini baru disimpan di gudang Bulog selama dua bulan,” terangnya.

Sugit memaparkan jika saat ini Bulog DIJ juga menyediakan beras untuk korban bencana yang sewaktu-waktu siap disalurkan. Adapun persediaan beras untuk bencana di wilayah DIJ disiapkan sebanyak 700 ton setiap tahunnya. Sedangkan, persedian beras saat ini di gudang Bulog akan mencukupi sampai bulan Juni 2016.

Ketua Kelompok Masyarakat Sejahtera Desa Wukirsari, Ahmad Mustofa, menjelaskan jika beras rastra sebanyak itu disalurkan kepada sebanyak 1.007 KK dan masing-masing hanya dibolehkan mendapat satu karung beras rastra atau sebanyak 15 Kg dengan harga Rp 1.600 perkilogramnya. (riz/din/ong)