Hendri Utomo/Radar Jogja
KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo menyambut baik gebrakan Pramuka Indonesia dalam program Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 yang telah dirintis Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka dan Jawa Pos Group. Melalui dinas pendidikan dan Kwarcab setempat, ISC di Kulonprogo rencananya akan dilaksanakan bulan Juli pasca-Lebaran. Hal itu terungkap dalam audiensi Tim ICS Jawa Pos Group bersama Bupati Hasto Wardoyo di Kantor Dinas Bupati Kulonprogo, kemarin (3/3).

Audiensi juga dihadiri Kwarcab Kulonprogo Agus Langgeng Basuki yang diwakili Kabag Kesra Arief Prastawa, Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sumarsono diwakili Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kulonprogo Sarjana, dan Kabag Humas dan TI Ariadi. Hadir memberikan paparan, Rocky Maghbal dari Jawa Pos Group, Dewan General Manager Radar Jogja Berchman Heroe, Pemimpin Redaksi Joko Suhendro dan Joko Wibowo dari bagian marketing.

GM Radar Jogja Berchman Heroe mengatakan, ISC 2015-2016 memfokuskan diri untuk pengembangan kegiatan Pramuka untuk anak sekolah dasar (SD). Tujuannya membangun karakter dan menanamkan mental yang baik kepada anak. “Kita fokus ke anak-anak SD supaya ada kebanggaan bagi anak-anak itu ikut kegiatan Pramuka. Mereka berhak memiliki pemahaman ikut Pramuka itu keren dan gagah,” katanya.

Rocky yang juga PIC ISC Jateng dan DIJ menjelaskan, ISC tahun 2015 telah digelar di tujuh provinsi di Jawa dan Bali. Tahun ini, ISC juga akan dimulai di Jawa Timur, tepatnya pada bulan April. Untuk di Jawa Tengah sendiri sudah dilaksanakan di lima kabupaten/kota. Kegiatan yang sama juga digelar di Banten dan Jawa Barat.

“ISC ini memang dikhususkan untuk adik-adik SD, khususnya kelas IV dan V. Bentuknya perkemahan selama dua hari satu malam, di dalamnya banyak sekali kegiatan dan tantangan yang sangat baik untuk pengalaman anak. Pada dasarnya semua merupakan kegiatan Pramuka, hanya saja dikemas lebih menarik, menyenangkan dan tidak membosankan,” jelasnya.

Ditambahkan, ISC akan dimulai dari tingkat regional, yakni seleksi tingkat kabupaten/kota terlebih dahulu. Mereka yang terbaik akan berkesempatan mewakili kabupaten maju ke tingkat provinsi. Seleksi di tingkat provinsi pun berlanjut ke tingkat nasional dan pemenang di tingkat nasional nantinya akan berkesempatan diberangkatkan ke Amerika.

“Sistem yang diterapkan dalam ISC ini benar-benar dibuat sedemikian rupa sehingga merangsang adik-adik mencintai Pramuka. Dalam konteks acara nantinya ada tantangan-tantangan yang secara tidak langsung merevolusi mental anak dan menebalkan karakter anak menujuk hal-hal yang positif,” imbuhnya.

Menurut Rocky, setiap tantangan dalam ISC disediakan medali. Medali ini yang nantinya akan dikumpulkan para peserta atau regu. Mereka yang mendapat medali paling banyak, itulah yang menang dan maju ke provinsi.

“ISC di tingkat provinsi dijadwalkan bulan September, sementara tingkat nasional Oktober, sehingga kesempatan untuk menggelar ISC di kabupaten antara Juni dan Juli,” ujarnya.

Dipaparkan, kenapa kelas IV dan VI SD yang disasar, karena gelaran ISC ini berjenjang dan membutuhkan waktu lumayan lama hingga sampai ke Amerika. Sehingga jika diikuti siswa kelas VI atau Penggalang, dikhawatirkan ia sudah lulus ketika mendapat kesempatan maju ke nasional dan internasional. Selain itu, juga dihindari kegiatan menganggu ujian siswa.

“Kami ingin siapa pun yang berpartisipasi bisa membawa nama baik sekolah. Kami tidak melihat dari sekolah mana, dari sekolah terpencil sekalipun jika memiliki kemampuan maka akan mendapat peluang besar. Ketika ISC 2016 yang akan diikuti 38 kota/kabupaten, di situ kita akan dicari tiga regu terbaik untuk maju sampai ke final,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Hasto Wardoyo menyambut baik gelaran ISC. Menurutnya camping kompetisi ini sangat dibutuhkan anak-anak untuk menambah pengalaman. Adapun rentan waktu ISC juga sangat memungkinkan untuk diikuti anak secara total.

“Waktu penyelenggaraan tidak terlalu lama, dan itu baik sekali. Terlebih nantinya mereka juga akan membawa nama baik sekolah dan kabupaten ke tingkat provinsi, nasional, atau bahkan internasional (Amerika). Tidak membatasi peserta itu juga akan menimulkan efek yang masif dan saya mengapresiasi itu. Tolong dicarikan hari yang pas, mungkin Sabtu- Minggu saja,” katanya.

Hasto menegaskan, di Kulonprogo ada 372 SD, namun jumlah siswanya masih belum merata, dan paling banyak ada di wilayah kota kecamatan. Untuk di pelosok, siswanya masih minim.

Sarjana menambahkan, untuk kegiatan ISC anak-anak sudah terbiasa mengikuti kegiatan kepramukaan. Untuk tindak lanjut pihaknya akan berkoordinasi dengan Kwarcab, termasuk masalah penentuan lokasi kegiatan yang pas. (tom/laz/ong)