BUTUH PENYEMPURNAAN: Tukang bangunan sedang menyelesaikan konstruksi fasilitas umum di kawasan Geoheritage Taman Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan. Pemdes setempat akan menambah sarana mandi cuci kakus (MCK), masjid, dan tangga naik turun tebing.

SLEMAN – Setelah diresmikan oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, kawasan Taman Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan digadang-gadang mampu meningkatkan angka kunjungan wisata di wilayah Sleman. Ya, sebagai destinasi wisata baru, tingkat kunjungan wisata kawasan geoheritage memang merangkak naik.

Namun, fasilitas yang tersedia di destinasi wisata alternatif tersebut tak berbanding lurus dengan gencarnya promosi yang dilakukan pemerintah.

Warga setempat justru menganggap Taman Breksi belum layak untuk menjamu wisatawan. Sebab, kompleks taman di perbatasan Sleman-Gunungkidul itu belum dilengkapi sarana fasilitas umum yang memadai. Seperti, kamar mandi, tempat ibadah (masjid/mushola), dan akses pendakian tebing.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sambirejo Mujimin mengatakan, jika pada hari kerja jumlah pengunjung hanya belasan orang. Saat akhir pekan bisa mencapai lebih 50-an orang. Jumlah itu bisa meningkat tajam pada hari-hari libur nasional.

Kondisi itulah yang mendorong masyarakat Sambirejo mendesak pemerintah desa setempat melakukan pembenahan dan penataan lingkuntan.

Agar Taman Breksi benar-benar bisa menjadi destinasi alternatif penarik wisatawan. demi menarik lebih banyak wisatawan, pemerintah desa setempat berinisiatif membangun sejumlah fasilitas pendukung tersebut. “Kami juga akan bangun tangga untuk naik turun tebing. Itu demi kenyamanan dan keamanan pengunjung,” ujarnya kemarin (7/3).

Mujimin mengatakan, keberadaan Taman Breksi terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya dalam hal ekonomi. Lebih dari itu, kepedulian masyarakat terhadap potensi wisata juga meningkat. Nah, atas dasar itulah Mujimin berharap penataan Taman Breksi bisa menggunakan dana istimewa 2016. Perencanaan awal dilaksanakan hingga April menggunakan dana keistimewaan 2015 sebesar Rp 750 juta.

Anggaran tersebu­t termasuk pengadaan fasilitas listrik d­an air guna menunjang operasional Taman ­Breksi.‬

“Kami evaluasi dulu kebutuhan anggarannya. Selanjutnya baru diajukan sesuai kebu­tuhan untuk penataan lanjutan,” jelasnya.

Untuk menekan biaya konstruksi, pemdes me­manfaatkan bahan baku local. Berupa batu ­yang ditambang di sekitar Taman Breksi.

Selain fasilitas penunjang, Pemdes Sambirejo merehab panggung pentas. Pondasi panggung utama diperkuat dengan talud. Konstruksi tambahan terse­but akan difungsikan sebagai tempat dudu­k.‬ Dengan begitu, panggung pertunjukan bisa multifungsi. Salah satunya, untuk pertunjukkan ketoprak.

Mujimin berangan-angan, Taman Breksi tak hanya sebagai destinasi wisata geoheritage. Lebih dari itu, menjadi kompleks wisata budaya. Itu sekaligus bertujuan menghidupkan kelompok-kelompok seni budaya di sekitar Prambanan.

“Selain menikmati alam, kami ingin menyuguhi pengunjung dengan seni pertunjukkan,” harapnya.(bhn/yog/ong)