MUNGKID – Tersangka sodomi 15 anak di bawah umur, M Sirojul Malik, 19, kini sudah mendekam dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Windusari. Keluarga korban pencabulan pun berharap pelaku bisa dijerat dengan hukuman yang setimpal.

Salah salah orang tua korban ATH, 11, mengaku tidak mengetahui jika anaknya pernah diajak pergi sama pelaku. Ia baru tahu beberapa waktu belakangan, setelah kasus yang terjadi di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Wonoroto, Windusari, mencuat.

Setelah itu, ia lalu melaporkan kasus dugaan pencabulan ke kepala dusun (kadus) setempat. “Saya tahu dengan pelaku, tetapi tidak tahu kalau pernah mengajak pergi anak saya,” katanya.

Ibu yang sehari-hari sebagai petani ini belum memeriksakan kondisi kesehatan maupun psikologi anaknya. Meski secara fisik terlihat sehat, setelah menjadi korban anaknya terkadang menjadi pemalu.

Ia juga mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari peerintah setelah kasus ini mencuat. “Kondisi anak saya sehat-sehat saja, tetapi kadang sering melamun. Selain itu, juga agak pemalu,” ungkapnya.

Ia sangat berharap pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku. Hal ini agar pelaku tidak melakukan hal serupa. “Sampun kulo serahke ke polisi, enake pripun ngoten. (Sudah saya serahkan ke kepolisian, sebaiknya bagaimana),” katanya.

Sementara itu, mencuatnya kasus dugaan pencabulan yang melibatkan 15 korban membuat sejumlah warga lain resah. Pengawasan orang tua terhadap anak harus lebih ditingkatkan. Terlebih lagi bagi orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya.

Salah satu orang tua di Kecamatan Windusari Siti Aimah mengaku, ia tidak mengetahui pasti munculnya kasus dugaan pencabulan di Desa Wonoroto itu. Ia justru merasa kaget ketika kasus tindakan asusila itu muncul di wilayah Kecamatan Windusari.

Kini, ibu yang memiliki dua putra itu harus menambah upaya pengasawan terhadap anaknya. “Terus terang saja, setelah mencuatnya kasus ini saya merasa khawatir terhadap pergaulan anak. Terlebih lagi anak saya dua laki-laki semua masih kecil,” katanya.

Ia sangat menyesalkan tindakan pencabulan dengan cara sodomi ini bisa terjadi di wilayah dengan ketinggian sekitar 900 mdpl. Aimah kini harus ekstra melakukan pengawasan terhadap sang buah hati.

Pernyataan serupa juga disampaikan salah seorang guru di MI Wonoroto Achmad Nurwahib. Ia prihatin terhadap kasus ini, apalagi pelaku dan korban yang notabene masih berumur belasan tahun. Ia pun menyayangkan, mestinya kasus seperti itu tidak terjadi di Windusari. (ady/laz/ong)