DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
OPTIMISTIS: Seto Nurdiyantara dan tim Pra-PON Sepak Bola DIJ saat latihan terakhir Rabu (16/3).
JOGJA – Bermaterikan 24 pemain, tim sepakbola DIJ langsung diuji mental dan kekuatannya di laga perdana. Mereka melawan tim perkasa Jawa Timur, Minggu (20/3) besok di Jawa Barat.

Pelatih Sepakbola Pra-PON DIJ Seto Nurdiyantara mengatakan jadwal pertandingan sudah dikantongi manajemen sejak berangkat pada Kamis (17/3). Pemegang lisensi B AFC ini mengakui, peluang yang dimiliki anak asuhnya dan peta kekuatan lawan masih abu-abu.

Bermaterikan pemain muda, peluang menang kemungkinan sama. Namun, persiapan Jawa Timur jauh lebih lama dibanding anak-anak asuhnya.

“Kalau dari usia, saya kira kemampuannya hampir sama. Kami akan antisipasi di sana, cara bermain tim Jawa Timur yang keras semoga tidak membuat anak-anak takut,” ujar Seto.

Ditarget lolos merebut tiket PON 2016, hal tersebut dikembalikan kepada Sunni Hizbullah dan kawan-kawan. Seberapa besar keinginan mereka untuk bisa memetik kemenangan di setiap pertandingan.

Sebab, dari segi persiapan, Seto mengakui waktu yang tersisa sangat sedikit. Hanya sekitar dua minggu dia bisa melatih dan menggembleng tim. Sedangkan tim-tim yang akan dihadapi cukup berat, selain Jatim, yakni DKI Jakarta, Jateng dan Banten.

Seto berharap, kebersamaan dan gaya permainan masih cukup kuat terbangun di antara pemain. Hanya tinggal stamina, masih perlu ditingkatkan.

Usai mengahadapi Jatim, Tim DIJ akan langsung bermain di hari Rabu dan Kamis. Dengan jadwal pertandingan padat, Seto khawatir mengganggu fisik anak-anak asuhnya. Terlebih lagi risiko cedera.

Mengenai jadwal yang berdekatan dan padat, sebagai pelatih dia sudah melayangkan protes. Namun, hingga keberangkatan tim, jadwal yang diterima masih sama.

“Saya selalu membangun tim, tidak ada tim inti dan cadangan, semua sama. Dengan kondisi itu untuk menghadapi jadwal yang padat ini semoga tidak menjadi masalah,” ujar Seto. (dya/iwa/ong)