BANTUL – Tawuran pecah di Jalan Wonosari Km 8, tepatnya di Pedukuhan Sekarsuli, Berbah, Sleman sekitar pukul 16.30 WIB, kemarin (20/3). Sekelompok massa beratribut suporter sepak bola bentrok dengan warga setempat. Belum diketahui pasti penyebab bentrok. Kendati tidak ada korban jiwa, dua warga dikabarkan terluka akibat terkena tembakan air softgun milik suporter. Genting dan kaca rumah warga juga pecah karena lemparan batu.

Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno mengatakan, lokasi tawuran berada di wilayah hukum Sleman. Informasinya, tawuran dipicu ulah sekelompok massa beratribut sepak bola. Usai menghadiri acara di Tegalyoso, Piyungan, massa yang mengendarai sepeda motor ini berhenti di Pedukuhan Sekarsuli. Lalu, mereka melempari pasar dan rumah warga dengan batu. “Ada yang masuk ke perkampungan. Warga pun akhirnya melawan,” terang Suharno.

Suharno mengaku belum mengetahui penyebab tawuran ini. Dugaan sementara, sekelompok massa sengaja berbuat ulah karena Pedukuhan Sekarsuli dianggap sebagai basis suporter tim lawan.

Ada lima warga yang dikabarkan merasa dirugikan akibat tawuran ini. Rinciannya, tiga warga Berbah, Sleman dan dua warga Banguntapan, Bantul. Data kerusakan rumah juga masih diinventarisasi. Selain kerusakan rumah, ada dua warga yang terkena tembakan air softgun hingga berdarah. Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman mengungkapkan hal senada. Menurutnya, belum ada warga yang melapor. (zam/ila/ong)