SLEMAN – Angin kencang kembali melanda wilayah Sleman. Puluhan pohon tumbang akibat tersapu angin terjadi di tiga lokasi pada waktu hampir bersamaan. Yakni, Dusun Kragilan, Bimomartani dan Jambon Kidul, Sindumartani. Keduanya masuk wilayah Kecamatan Ngemplak. Serta di Beji, Sidoarum, Godean.

“Tak ada korban jiwa. Hanya sebuah truk tertimpa pohon di Jambon Kidul pada Kamis (24/3),” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito kemarin (25/3).

Di Beji, terpaan angin kencang tersebut merupakan yang ke dua kalinya pada pekan ini. Selain Beji, angin kencang pada Rabu (23/3) juga melanda wilayah Sendangsari, Minggir. Selain menumbangkan pepohonan, angin merusak tanaman padi di sawah.

“Dari catatan kami telah terjadi sedikitnya 9 kali peristiwa angin kencang selama Maret. Merata di wilayah utara, timur, dan barat Sleman,” paparnya.

Tak henti-hentinya, Julisetiono mengingatkan masyarakat agar menebang pohon yang rapuh. Itu demi antisipasi potensi bencana yang bakal terjadi. Saat terjadi angin kencang, warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon atau tiang berukuran tinggi. Bukan tidak mungkin angin akan mematahkan baliho atau tiang reklame di jalanan. “Kemungkinan sampai April masih akan terjadi fenomena angin kencang. Ini harus diwaspadai semua pihak,” ingatnya.

Terkait upaya antisipasi bahaya angin kencang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) sudah lebih dulu bergerak. Tak kurang 500 pohon di tepi jalan raya dipangkas atau ditebang habis sejak Oktober 2015. Terutama di sepanjang Jalan Magelang dan Gejayan. “Ada 80-an yang rapuh dan rawan tumbang,” kata Kabid Kebersihan dan Pertamanan Indra Darmawan.(bhn/yog/ong)