Harnum Kurniawati/Radar Jogja
DI LUAR DUGAAN: Farhan (depan) dari KRC Kota Magelang meraih medali emas kelas standar kategori KU B Putra 1.000 meter di Kejurnas Antarklub di Kota Malang, 2-3 April 2016.
MAGELANG – Dua atlet sepatu roda asal Kota Magelang menorehkan prestasi pada kejuaraan antarklub tingkat nasional di Kota Malang, 2-3 April lalu. Meski baru pertama terjun di level nasional, dua emas berhasil direbut mereka.

Dua atlet itu adalah Farhan yang meraih emas kelas standar kategori KU B Putra 1.000 m, dan Yosua Samolala yang memboyong satu emas kelas speed nomor 5000 m point to point. Keduanya merupakan atlet binaan KRC Kota Magelang.

“Hasil ini di luar dugaan, bisa merebut dua emas sekaligus. Target kami hanya ikut patisipasi saja, karena baru pertama kali ikut event nasional,” Kata pelatih klub KRC Wibowo kemarin (6/4).

Wibowo mengatakan, kejuaraan nasional ini diikuti 372 atlet dari 23 klub seluruh Indonesia. Sedangkan untuk Kota Magelang diwakili KRC yang merupakan satu-satunya klub sepatu roda di kota sejuta bunga ini.

Pada perlombaan itu, pihaknya menurunkan sembilan atlet kelas standar, serta 1 atlet pada kelas speed. Ia juga tak menyangka atlet binaannya bisa berprestasi di lomba sepatu roda tingkat nasional.

“Klub KRC ini berdiri belum genap setahun. Awalnya untuk mempersiapkan event Porwil Kedu, Pekalongan, dan Banyumas (Dulongmas) tahun lalu,” imbuhnya.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 30 atlet bergabung di klub yang ia naungi. Sedangkan untuk tempat latihan, pihaknya memilih area lapangan Rindam IV/Diponegoro Magelang, tiap Minggu pagi mulai pukul 06.30 WIB.

“Klub kami membuka lebar siapa saja yang mau bergabung. Olahraga ini juga tidak memerlukan biaya mahal, hanya butuh kemauan serta semangat dalam berlatih,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Magelang Erlangga Ardianza mengungkapkan, sebelumnya cabang olah raga (cabor) sepatu roda juga berhasil meraih lima medali emas pada kejuaraan Porwil Dulongmas 2015 di Kota Magelang. Tiga di antaranya disumbangkan Yosua Samolala.

Saat ini Yosua yang masih berusia 14 tahun, juga sedang mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah. “Dengan adaya prestasi ini, semoga saja banyak bermunculan atlet baru yang bisa mengembangkan dan membanggakan cabor sepatu roda di Kota Magelang,” ujarnya.

Ia berharap Pemkot Magelang makin perhatian untuk memfasilitasi dan memajukan cabor sepatu roda. Selain itu juga bisa memasyarakatkan sepatu roda, terutama mengenalkannya di sekolah melalui kegiatan ekstra kurikuler. (cr1/laz/ong)