JOGJA – Kebocoran soal Ujian Nasional (unas) mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui grup jejaring sosial Line mendapatkan perhatian serius Pemkot Jogja. Tak mau grusa-grusu pemkot meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja menelusuri kebenaran soal tersebut.

“Benar tidak soal itu soal una. Kalau memang iya segera tindaklanjuti,” tandas Wali Kota Haryadi Suyuti, kemarin (8/4).

HS, sapaannya, menegaskan, kebocoran soal dengan perkembangan teknologi saat ini memang rentan dengan cepat menyebar. Apalagi, jika ada yang memanfaatkan soal itu untuk kepentingan tertentu. “Harus cepat diantisipasi. Ini kan masih ada unas untuk SMP,” ucapnya.

HS tak mau kebocoran soal unas di tingkat SMA juga terjadi di SMP. Sebab, itu bakal mempengaruhi persiapan siswa yang akan menempuh unas. “Kami harapkan cukup ini (kebocoran soal unas SMA),” katanya.

Terhadap siswa yang berani melaporkan adanya kebocoran soal unas ini, HS berjanji bakal memberikan apresiasi. Dia menilai, integritas siswa di Kota Jogja sudah teruji. “Ini kabar baik untuk dunia pendidikan. Sudah teruji, bukan hanya hasilnya. Tapi, mereka juga memiliki integritas,” jelasnya.

Bahkan, HS berjanji, segera meminta disdik untuk bisa menciptakan siswa-siswa pemberani. Apalagi, kejadian ini merupakan ulangan dari 2015 silam. Salah seorang siswa di SMAN 3 Jogja dengan berani meminta UGM tak menggunakan hasil unas untuk landasan tes mereka.

Setelah pelaksanaan unas SMA/SMK/MA selesai pada Rabu (6/4), di Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIJ ada seorang pelajar SMA Negeri di Kota Jogja yang melaporkan kebocoran soal Bahasa Indonesia.

Siswa yang namanya sengaja dirahasiakan ORI itu, menemukan bocoran soal di jejaring sosial line. Sang siswa yang kalut, mengetahui kebocoran soal usai mengerjakan unas Bahasa Indonesia, baru melaporkan Kamis (7/4) lalu.

Kini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja pun langsung bergerak cepat. Mereka kini tengah mengumpulkan bukti-bukti kebocoran soal itu. Kemudian, melaporkan ke Dinas Pendidikan DIJ dan Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

“Tentunya, nanti BNSP yang berwenang. Mereka yang akan mengecek titik awal kebocoran soal ini. Karena, mereka juga yang membuat (soal unas),” jelas Sekretaris Disdik Kota Jogja Budi Santosa Asrori. (eri/ila)