KULONPROGO-Kulonprogo akan menghadapi tantangan besar saat bandara New Yogyakarta International Airport (NYI A) di Temon beroperasi. Karena diprediksi akan ada 15 juta orang yang bakal keluar masuk melalui bandara. “Untuk itu pembangunan outlet-outlet di wilayah itu dianggap penting,” kata Sekda Kulonprogo Astungkara saat menyertai rombongan Dekranasda DIJ di KWT Pawon Gendhis, Banjarharjo, Kalibawang, Sabtu (9/4).

Astungkoro mengatakan, di sisi timur bandara ada pelabuhan Adikarto yang cukup berpotensi besar. Karena itu perlu dipikirkan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkannya dengan mengolah ikan menjadi makanan siap saji.

Ketua Dekranasda DIJ GKR Hemas mengungkapkan, Kulonprogo nantinya memang akan menjadi pusat perkembangan ekonomi besar-besaran. Sehingga kearifan lokal harus dijaga masyarakat. Menurutnya, yang paling penting dalam manajemen perajin adalah jangan sampai mencampuradukkan antara pengelolaan keuangan dengan proses produksi. “Jika manajemen di tingkat perajin sudah siap, outlet bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak kerajinan khas Kulonprogo yang bisa dikembangkan. Salah satunya kerajinan tas dan kerajinan rumah tangga lainnya. “Harus bisa bersaing,” tegasnya.

GKR Hemas menegaskan, outlet di bandara adalah kewenangan PT Angkasa Pura. Namun dia akan mengusahakan bantuan akses.

“Untuk produk makanan, standar kualitas dan keamanan pangan harus diperhatikan. Saya akan ke Finlandia dalam waktu dekat untuk memasarkan kopi Merapi. Saya juga akan bawa jam kayu dari Samigaluh,” tegasnya.

Dwi Rahayu dari Kelompok Wanita Tani Pawon Gendis menjelaskan, kelompoknya selama ini mengangkat potensi panganan lokal. Sejauh ini mereka masih fokus untuk mengembangkan olahan peyek pegagan, dawet pegagan dan produk olahan pegagan lain. “Mohon dukungan untuk mendapatkan jaringan yang lebih besar, kalau bisa menembus pasar ekspor. Kami juga berminat untuk menjadi pusat kuliner di Kulonprogo,” ungkapnya.

Adapun produk unik lainnya adalah kacamata dan jam tangan kayu. Produk ini sudah diekspor ke Panama, Denmark, dan Rusia.(tom/din)