SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
PERIKSA GIGI: Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sleman melaksanakan pemeriksaan gigi gratis kepada warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA, Pakem, Sleman, kemarin (21/4).

Mayoritas Napi Alami Gigi Berlubang dan Keropos

Peringatan Hari Kartini tidak hanya menyangkut soal emansipasi. Ada pula yang menjadikan momen 21 April sebagai hari untuk peduli terhadap sesama. Seperti dilakukan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sleman yang menggelar pemeriksaan gigi gratis bagi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika Kelas IIA, Pakem.

BAHANA, Sleman
SUASANA di Aula Lapas Narkotika, Pakem tampak berbeda, Kamis (21/4). Sejumlah orang mengenakan pakaian adat dari berbagai wilayah. Ada yang menggunakan kebaya ala Jawa hingga Bali. Sebagian lagi, mengenakan seragam putih khas perawat kesehatan.

Ya, mereka adalah para anggota PDGI Sleman. Ada sekitar 40 anggota PDGI Sleman yang melakukan aksi sosial pemeriksaan gigi kepada para tahanan dan terpidana.

Sebelum melakukan pemeriksaan gigi, para dokter gigi memberikan penyuluhan mengenai kesehatan gigi bagi para penghuni lapas. Tidak semua penghuni lapas tampak antusias mengikuti penyuluhan kesehatan gigi. Ini tampak dengan beberapa narapidana (napi) yang meninggalkan penyuluhan.

Kurang antusiasme warga binaan ini diakui oleh Ketua PDGI Sleman Ahmad Syaify. Menurutnya, dengan pengaruh zat adiktif yang digunakan dapat mempengaruhi konsentrasi. Oleh karena itu, sesi penyuluhan tidak berlangsung lama.

“Kami tahu mereka tidak antusias. Makanya kami selangi dengan games. Penjelasan pun lebih banyak gambar-gambar agar mereka tertarik,” jelas Syaify seusai acara.

Setelah melakukan pemeriksanaan, para penghuni lapas mendapatkan kesempatan memeriksakan gigi mereka. Dari 203 para peserta yang mengikuti sosialisasi, tidak semuanya mau memeriksakan gigi mereka. “Ada sekitar seratus orang yang mau periksa,” jelasnya.

Pemeriksaan yang dilakukan merupakan pemeriksaan standar secara visual. Sesuai dengan izin yang diberikan, PDGI hanya diperbolehkan untuk melakukan pemeriksaan visual dan tidak masuk dalam tahap tindakan yang dapat menimbulkan darah. “Dikhawatirkaan ada penularan penyakit akibat penggunaan narkoba,” jelasnya.

Dokter spesialis konsultan bedah perio dan estetik ini menjelaskan, sebagian besar narapidana dan tahanan mengalami gigi berlubang dan gigi keropos. Bisa jadi, ini disebabkan pemakaian zat adiktif sebelumnya. Karena tidak diperbolehkan melakukan tindakan, pihaknya hanya memberikan masukan kepada warga tahanan untuk rajin menjaga kesehatan gigi.

Aksi sosial di Lapas Narkotika Pakem sendiri merupakan kali pertama dilakukan oleh PDGI Sleman. Menurutnya, aksi kepedulian seperti ini sangat penting. Terutama bagi warga penghuni Lapas. Sebab, selama ini mereka sangat jarang mendapat akses pengetahuan dari luar.

Sementara itu, salah satu warga Lapas, Eko mengaku, cukup senang mendapatkan pemeriksanaan kesehatan. Dia berharap, aksi sosial tersebut bisa dilakukan tidak hanya di Lapas Pakem. Melainkan juga dilakukan di Lapas lainnya.

Senada, Kepala Lapas Khusus Narkotika Pakem, Muhammad Ali Syeh Banna menyambut baik kegiatan yang digelar oleh PDGI Sleman. Lantaran bisa membantu memberikan penyuluhan kesehatan, khususnya gigi dan mulut. Meskipun di Lapas sudah disediakan poliklinik untuk pemeriksaan umum dan gigi.

“Kami apresiasi aksi sosial yang dilakukan oleh PDGI. Ini bukti bahwa mereka juga mendapatkan perhatian dari masyarakat luar,” jelasnya
Lapas Khusus Narkotika Pakem saat ini dihuni oleh 168 narapidana dan 35 tahanan. Sementara di poliklinik Lapas diampu oleh dua tenaga medis yang melayani kesehatan umum dan gigi. Setiap harinya, para warga tahanan diperkenankan mengakses poli kesehatan yang telah disediakan. (ila)