Abraham Genta Buwana/Radar Jogja
SENANG: Hal pertama yang ditimbulkan dari para peserta Jordy Championship di Sportoirum UMY, akhir pekan lalu, adalah menumbuhkan rasa suka dan nyaman. Ketika perasaan tersebut sudah timbul, maka dia akan total dalam memainkan ragam instrument.
BANTUL– Pengenalan musik kepada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Terpenting adalah menumbuhkan minat bukan menjejali dengan beragam teknik. Ini pula yang diusung dalam Junior Drum Band Yogyakarta (Jordy) Championship di Sportoirum UMY, akhir pekan lalu.

Ajang ini mempertemukan puluhan kelompok drum band junior tingkat TK dan SD. Tidak hanya dari Jogjakarta, peserta pun datang Jawa Tengah dan sekitarnya. Di ajang ini terlihat kepiawaian dari setiap personil meski dari segi usia masih sangat dini.

“Perlu dicatat bahwa untuk pengenalan drum band ke anak itu berbeda dengan orang dewasa. Kita, khususnya pelatih, jangan memaksakan kehendak. Dilihat dulu apakah anak itu mau dan mampu, jangan dipaksa,” kata salah seorang juri Deki Kuncoro, kemarin.

Mahasiswa Pasca Sarjana UMY ini menilai hal pertama yang perlu ditumbuhkan adalah rasa suka. Jika anak sudah menyenangi maka untuk teknik selanjutnya mudah. Ini karena ketika belajar anak diminta untuk memahami setiap proses dan detailnya.

Semangat yang diusung Jordy sendiri menampilkan prestasi anak ke publik. Saat anak mau tampil, maka melatih rasa percaya diri. Selanjutnya, membuktikan bahwa setiap anak yang tampil memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

“Disini kita membantu melihat kemampuan anak sudah sampai disini. Bicara tentang lomba bukan lagi bicara siapa yang bagus. Untuk anak hal pertama adalah rasa nyaman, dan ketika dia nyaman maka akan total dalam memainkan ragam instrument itu,” jelasnya.

Dirinya juga berharap agar pelatih tidak memaksakan ego. Ini kerap terjadi ketika pelatih mengejar hasil juara. Padahal tujuan dari perlombaan tidak selamanya juara, tapi nilai-nilai dibelakangnya. Saat anak merasa nyaman dan ingin bermain itu adalah goal dari sebuah drumband.

“Tidak hanya ego pelatih, perhatikan kemampuan anak. Tidak hanya menilai skill tapi bagaimana anak nyaman memainkan. Sehingga harmoni dalam bermain akan sangat terasa, meski mereka masih anak-anak,” imbuhnya.

Jordy Championship 2016 sendiri sudah memasuki tahun ketujuh. Penyelenggaraan tahun ini terbagi dalam dua hari penyelenggaraan hingga kemarin, (24/4). Sabtu menampilkan kelompok drum band konser. Sementara Minggu, menampilkan kelompok drum band display.

Untuk segi penilaian tetap dilihat dari segi musikalitas dan teknik yang diusung. Pada tahapan konser, setiap kelompok yang tampil hanya menyajikan suguhan musik saja. Sedangkan kelompok yang tampil hari ini juga menampilkan display dalam permainannya.

“Setiap kelas terbagi lagu menjadi pemula, lanjutan dan utama. Untuk display, anak tidak hanya bermain music tapi juga ada kombinasi gerak formasi. Ini tentu sangat luar biasa, terutama melibatkan anak-anak usia TK dan SD,” kata Ketua Panitia Jordy Championship 2016 Alam Akbar. (dwi/dem)