JOGJA-Sekitar 22 ribu pekerja di Jogja diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Jumlah tersebut dinilai terus mengalami peningkatan seiring dengan maraknya kasus peredaran gelap narkoba. Menurut Ketua BNNP DIJ Soetarmono, narkoba kini telah mengancam semua lapisan masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu. Semangat Presiden Jokowi untuk memberantas masalah ini secara masif tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi BNN ataupun BNNP.

“Saat ini jaringan peredaran gelap narkoba sangat gila- gilaan. Para pengedar ataupun bandar internasional kini menjadikan Indonesia sebagai target utama sasaran. Karena selain dianggap strategis, masyarakat Indonesia juga gampang terpengaruh, khususnya mereka yang memiliki uang dan kekuasaan,” katanya, pada Desiminasi Gerakan 4PGN Bagi Kalangan Pekerja di Gunung Kidul, kemarin(26/4).

Menurutnya, kebiasaan masyarakat Indonesia yang supel, mudah bergaul, gaya hidup, dan yang jelas gampang depresi menjadi salah satu faktor mengapa barang haram ini dapat masuk. Untuk kalangan pekerja, tingkat stress yang tinggi, adanya tuntutan pekerjaan, masalah pribadi yang berkaitan dengan keluarga, dan kondisi ekonomi menjadi alasan mengapa narkoba ini menjadi pilihan.

“Selain efeknya langsung terasa, pengguna narkoba bisanya lupa segalanya. Ciri- cirinya, gampang tersulut emosi, suka melamun atau berkhayal, sering menyendiri, mata sayu, pucat, cemas, gelisah, dan cenderung paranoid,” tuturnya.

Ditambahkan Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DIJ Bambang Wiryanto, dari total kasus penyalahgunaan narkoba di DIJ, 36 persennya ditempati oleh kalangan pekerja dengan berbagai macam latarbelakang profesi. Mulai dari pejabat pemerintahan, pegawai negeri sipil, karyawan swasta, hingga para profesional. Sehingga, sudah sepantasnya gerakan anti narkoba ini digembor- gemborkan mengingat dari total 60.182 kasus ditahun 2015, 36 persen atau sekitar 22 ribu terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

“Implementasi dari gerakan ini tentunya dengan menyuarakan gerakan pembangunan berwawasan anti narkoba atau Bang Wawan kepada seluruh lapisan masyarakat, sesuai dalam program 4PGN yang Pak Jokowi serukan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris BNK Gunungkidul Bambang Isbandi menjelaskan, untuk mendukung program Bang Wawan. Rencananya, BNK Gunungkidul akan mengelar penyuluhan tersendiri, pentas seni, dan teater anti narkoba yang akan diadakan sekitar akhir Mei mendatang. (*/met/dem)