SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
DIBEKUK: Pelaku pembacokan dengan cutter akhirnya tertangkap. Foto kanan, barang bukti yang disita oleh petugas, berupa cutter berwarna hitam kombinasi merah dan kuning.
SLEMAN – Warga di Jogjakarta bisa bernapas lega dan merasa aman. Sebab, pelaku aksi kriminalitas yang terjadi akhir-akhir ini tertangkap. Setelah tiga dari empat pelaku penembakan di Bantul tertangkap. Kali ini, pelaku pembacokan dengan cutter di Kota Jogja akhirnya juga tertangkap.

Satgas Polda DIJ berhasil mengungkap kasus penyayatan di Kota Jogja yang terjadi pada Senin (25/4) lalu. Pelaku adalah Bobby Adhie Nugroho, 40, warga Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang sehari-hari tinggal di Wonosari, Gunungkidul. Pelaku ditangkap Senin malam (2/5) sekitar pukul 19.30.

Sebelumnya korban melakukan pembacokan dengan cutter kepada empat korban di empat tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Empat korban itu yakni NER, 12, pelajar SD dilukai di Jalan Nyi Pembayun, Prenggan, Kotagede atau utara Lapangan Karang. Kemudian K, 16, siswi SMK dengan TKP di sebelah barat HS Silver, Prenggan, Kotagede.

Dua korban selanjutnya yakni Nelly Ratnasari, 28, mahasiswi yang dilukai di Jalan Prof Soepomo, Umbulharjo dan Rahmawati, 29, mahasiswi yang disayat pelaku di Jalan Tegalgendu, Prenggan, Kotagede.

Kapolda DIJ Brigjen Polisi Prasta Wahyu Hidayat mengatakan, dari pemeriksaan sementara, modus yang dilakukan pelaku yaitu dengan mengendarai sepeda motor kecepatan tinggi. Pelaku merasa korban menghalang-halangi laju sepeda motornya. Dia selanjutnya memepet korban dan mengambil pisau cutter dari saku celananya.

“Selanjutnya, pisau itu selalu dipegang pada tangan sebelah kiri dan kemudian melakukan penganiayaan dengan menyayat korbannya,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda DIJ, kemarin (3/5).

Tersangka ditangkap di rumah kontrakan saudaranya di Sonopakis, Kasihan, Bantul. Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah pisau cutter warna hitam kombinasi merah dan kuning. Dengan pisau cutter gagang sepanjang 14 sentimeter dan panjang mata tajam sepanjang 8 sentimeter.

Ada juga sepeda motor jenis bebek warna hitam list merah, helm abu-abu merek Hiu, celana panjang kain warna krem, jaket parasit warna biru, dan sepasang sepatu hitam merek Levis. “Bersyukur yang meresahkan sudah ditangkap. Kasus penembakan, penyayatan semuanya bisa diamankan. Ini jawaban kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban Jogjakarta,” tegasnya.

Pihak kepolisian masih akan mendalami pemeriksaan terhadap tersangka. Tidak menutup kemungkinan juga dilakukan pemeriksaan mental. Kapolresta Jogjakarta Kombes Pol Prihartono Eling Lelakon di tempat yang sama memastikan tersangka bukan residivis.

“Sehari-hari wiraswasta, bekerja serabutan. Dia sudah punya istri, kalau kata keluarganya memang agak stres. Kadang normal, kadang tidak. Nanti mungkin akan diperiksakan ke psikolog,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 80 ayat UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Serta pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun,” tandasnya. (riz/ila)