SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
MENCURIGAKAN: Pesan short message service (SMS) yang dikirimkan ke nomor korban pada Jumat pagi (29/4). Dari sisi bahasanya, keluarga merasa itu bukan balasan dari Feby.
SLEMAN – Tak perlu waktu lama, pihak kepolisian menangkap pelaku pembunuhan Feby Kurnia Nuraisyah Siregar, 19. Pelaku disebut berprofesi sebagai cleaning service berinisial EAN berusia 26 tahun. Pelaku ditangkap di rumahnya di Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul pada Selasa (3/5) sekitar pukul 16.45. Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sedang kepepet membutuhkan uang.

Seorang pejabat di Polres Sleman membenarkan penangkapan tersebut. Hanya saja pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai tersangka. “Iya betul, tapi masih diperiksa. Besok (hari ini) akan dirilis oleh pak Kapolda,” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja, Selasa malam.

Kapolres Sleman AKBP Yulianto saat dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut tidak membantah kebenaran informasi tersebut. Hanya, pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan Kapolda DIJ. “Saya baru di rumah pak Kapolda nanti ya,” katanya melalui sambungan telepon.

Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian berawal Kamis pagi (28/5) sekitar pukul 06.00 di kampus FMIPA UGM lantai 5, korban datang ke tempat kuliah, dan masuk ke kelas 507. Korban menjadi orang pertama yang datang ke kelas.

Sedangkan pelaku sedang membersihkan kelas 506. Kemudian korban pergi menuju kamar mandi perempuan. Pelaku menyusul korban ke dalam dan langsung mencekik korban hingga meninggal dunia. Setelah itu, korban dibopong ke dalam kamar mandi paling ujung dan menaruh korban di lantai. Wajah korban ditutupi dengan kerudung.

Kemudian pelaku mengambil dua ponsel korban merek Samsung, powerbank, dan STNK motor milik korban dari dalam tas serta kunci motor di dalam saku korban. Korban kemudian ditinggal di dalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi dari luar. Pelaku kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya membersihkan ruangan hingga pukul 08.30.

Pelaku bertemu saksi sesama cleaning servise dan berpesan bahwa toilet ujung jangan dibuka karena kerannya rusak. Selanjutnya, pelaku membawa sepeda motor milik korban dan menitipkan di terminal Giwangan karena searah dengan jalan ke rumah dan kembali ke kampus untuk menyelesaikan pengumpulan data ke mandor.

Keesokan harinya, Jumat (29/5) pelaku tetap masuk bekerja seperti biasa pukul 04.30 dan saat bekerja kembali bertemu rekannya dan berpesan untuk tidak membuka pintu dengan alasan yang sama. Pada pukul 10.00 pelaku kembali ke terminal Giwangan untuk memindahkan sepeda motor korban ke area parkir di sebelah utara.

Pelaku membenarkan sempat membalas SMS ibu korban dan mengangkat telepon dari teman korban yang mencari. Pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut karena kepepet tidak punya uang. Pelaku kemudian berhasil ditangkap jajaran opsnal Satreskrim Polres Sleman di pinggir jalan depan rumah pelaku saat akan pulang ke rumahnya.

Keberhasilan ini tentu menjadi prestasi jajaran Polda DIJ dalam sebulan terakhir. Empat dari tiga kasus yang menjadi perhatian besar masyarakat telah dituntaskan. Sebelumnya pelaku penembakan di Bantul dan penyayatan di Kota Jogja sudah diamankan polisi. Pekerjaan rumah yang masih tersisa adalah mengungkap kasus tewasnya simpatisan PPP Didin Suparyadi pertengahan April lalu.

Sementara itu, dokter forensik RS dr Sardjito yang telah melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Ketua Tim Forensik RS dr Sardjito Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada menyebutkan, pihaknya belum bisa memastikan sebab kematian korban. Hal itu masih menunggu pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan itu untuk mengetahui zat-zat yang menyebabkan kematian atau toksikologi. Saat ditanyakan dugaan waktu kematian korban, tim dokter memperkirakan korban telah meninggal sejak tiga sampai lima hari sebelum ditemukan.

Ditemui seusai mengucapkan belasungkawa kepada ibunda korban, Ketua Prodi Geofisika Fakultas MIPA UGM Sismanto mengaku kehilangan sosok mahasiswinya itu. Feby aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, dia sering bertemu korban di kampus.

Sismanto mengungkapkan, rencananya jenazah korban akan dibawa ke Batam pada Rabu (4/5) ini. Diperkiraan jenazah berangkat pukul 07.00 dengan difasilitasi dari fakultas. Mengenai kasus hukumnya, pihak fakultas menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa gedung tempat ditemukannya korban statusnya gedung untuk program S2 dan S3. Sedangkan untuk mahasiswa S1 biasa menggunakan di lantai 5 untuk mata kuliah Fisika Dasar.

Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menjelaskan, gedung tempat ditemukan Feby merupakan gedung baru. Selain untuk perkuliahan, gedung tersebut kerap digunakan ujian. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu gedung ini sepi dari jadwal akademis. Ini bisa saja menjadi salah satu penyebab, jasad Feby baru ditemukan Senin malam (2/5). Tentang keamanan gedung, Iva memastikan sudah ada pengecekan rutin.

“Dari sisi keamanan, sudah seharusnya tetap dilakukan pengecekan rutin meski hari libur. Pastinya UGM sendiri sejak dulu selalu mengupayakan lingkungan kampus aman,” jelasnya. (riz/dwi/ila)