SLEMAN- Angin kencang disertai hujan deras kembali melanda sebagian wilayah Sleman sekitar pukul 14.30 kemarin (6/5). Meski berlangsung cukup singkat, sekitar satu jam, angin kencang menumbangkan belasan pohon di lima wilayah. Yakni, Mlati, Godean, Seyegan, Sleman, dan Gamping. Peristiwa itu berdampak pada kemacetan arus lalu lintas di sekitar Jalan Ring Road Utara. Apalagi, arus kendaraan cukup padat seiring musim liburan panjang perayaan Isra Mikraj dan Kenaikan Yesus Kristus.

“Kami harus ekstra hati-hati. Tidak bisa tancap gas karena banyak batang pohon berserakan di tengah jalan,” tutur Suradi, 44, wisatawan asal Magelang saat melintasi kawasan Kaliabu, Gamping.

Kemacetan tak berlangsung lama setelah warga setempat bergotong-royong membersihkan dedaunan dan ranting pohon yang menghalani laju kendaraan.

Kerusakan terparah akibat angin kencang terjadi di wilayah Mlati. Angin puting beliung memporakporandakan sebagian rumah warga. Selain menerbangkan genteng, angin mematahkan batang pohon berukuran cukup besar. Akibatnya, beberapa rumah warga rusak cukup parah setelah tertimpa pohon. Hingga berita ini ditulis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman masih menginventarisasi data korban dan nilai kerugian yang terjadi.

“Masih kami rapatkan (kemarin),” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Makwan tadi malam.

BPBD mengirimkan bantuan kedaruratan berupa terpal, alat pertukangan, dan makanan untuk keperluan evakuasi. Warga dibantu relawan bencana berusaha mengevakuasi rumah rusak. Proses evakuasi dilanjutkan hari ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito memaparkan, kegiatan evakuasi dihentikan sementara karena kondisi lapangan gelap, sehingga tidak memungkinkan dilanjutkan malam hari.(yog)