HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DIKEBUT: Petugas tengah meratakan lahan di belakang kantor Kecamatan Wates lama untuk pendirian los dan kios darurat bagi pedagang korban kebakaran Pasar Bendungan, Wates, kemarin (6/5).
KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo mulai menyiapkan lokasi pasar darurat untuk merelokasi pedagang korban kebakaran Pasar Bendungan. Pasar darurat ini berada di belakang Kantor Kecamatan Wates lama. Pembangunannya ditargetkan selesai menjelang Ramadan. “Targetnya 30 hari hingga 40 hari,” kata, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) ESDM Kulonprogo Niken Probo Laras kemarin (6/5).

Pasar darurat ini dilengkapi fasilitas listrik dan toilet. Kepada para pedagang yang kini sudah membangun lapak secara mandiri di sekitar Pasar Bendungan lama akan ditertibkan dan diminta pindah ke pasar darurat. “Lokasi yang lama nantinya akan dipasang pagar memutar. Para pedagang yang los dan kiosnya terbakar juga akan mendapat bantuan masing-masing Rp 100 ribu dari BAZDA Kulonprogo,” ucapnya.

Menurutnya, untuk membangun Pasar Bendungan baru dibutuhkan waktu yang cukup lama. Terlebih kebakaran terjadi setelah anggaran 2017 selesai disusun. Sehingga proses pengusulan anggaran untuk pembangunan, membutuhkan waktu paling sedikit satu tahun. “Mudah-mudahan, pada APBD Perubahan nanti, Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan Pasar Bendungan Baru bisa dibuat. Sebab sekarang, usulan bangunan tanpa disertai DED tidak bisa,” jelasnya.

Niken menambahkan, pemkab hingga kini masih mencari alokasi dana untuk membangun pasar baru yang diperkirakan membutuhkan biaya miliaran rupiah itu. Paling cepat, pembangunan Pasar Bendungan Baru baru bisa dilakukan tahun depan.

Pihaknya juga belum bisa memperkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Bendungan Baru. “Belum tahu berapa biaya pembangunan Pasar Bendungan Baru. Kami juga masih berusaha mencari dana untuk pembangunan dari mana saja,” tambahnya.

Kasi Perencanaan dan Pengembangan Pasar Disperindag ESDM Kulonprogo Nur Jati Purnomo mengungkapkan, pembangunan pasar darurat menelan dana sekitar Rp 1,3 miliar. Dengan perincian, Rp 943 juta untuk pembangunan fisik, sisanya untuk perencanaan dan pengawasan. “Lokasi pasar darurat kini tengah dibersihkan. Setelah diratakan, baru akan dilakukan pembangunan los dan kios,” ungkapnya.

Mandor proyek pembangunan pasar darurat, Yuyun menuturkan, los dan kios akan dibangun menggunakan kayu dan atap asbes. Nantinya, para pedagang diminta menambah dinding secara swadaya. “Masing-masing los 2×2 meter, sementara kios 3×3 meter. Lahan sekitar dua hektare ini bisa menampung 400 pedagang,” tuturnya.

Menurut Yuyun, sebagian los dan kios akan dibangun menghadap ke jalan.Yang lainnya dibangun saling membelakangi. Agar target 30 hari bisa selesai, sedikitnya 40 tenaga diterjunkan untuk kerja lembur siang malam.. (tom/din)