RIZAL SETYO NUGROHO/RADAR JOGJA
PILIH BAHAN : Sejumlah konsumen memilih bahan kain di salah satu toko kain di Jalan Urip Sumoharjo kemarin (6/5).
JOGJA – Lebaran masih beberapa bulan lagi. Namun persiapan untuk menyambutnya sudah mulai terasa saat ini. Itu terbukti dari peningkatan penjualan kain di beberapa toko. Salah satunya toko kain kiloan di Jalan Urip Sumoharjo.

Panji Kurniawan, selaku penanggung jawab toko cabang mengakui, dalam sehari bisa tokonya bisa menjual sekitar 200-500 kilogram kain. “Antara itu, tapi rata-rata 300 kilogram per hari. Per kilogram 6 metar sampai 7 meter,” katanya kemarin (6/5).

Menurutnya, konsumenkebanyakan berasal dari di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), online shop dan usaha konveksi kecil. Mereka tidak hanya dari Jogjakarta, namun juga datang dari Solo, Temanggung, dan Semarang. “Pasarnya masyarakat yang ingin berkreasi dari usaha kecil,” imbuhnya.

Ia mengaku, sebelumnya usaha kain kiloan dimulai dari toko online. Namun karena semakin berkembangnya pemasaran dan kebutuhan masyarakat yang ingin melihat langsung, dibuka toko offline di beberapa lokasi. Seperti Tanah Abang, Cipadu, Grogol, dan Jogja. “Ditunjang juga tren dari ibu kota yang kemudian merembet ke kota lain,” ungkapnya.

Mengenai bahannya, diimpor dari Tiongkok. Jenis bahanya berupa flanel, katun Jepang, dan bordir rajut. Flanel saat ini mulai kembali populer untuk bahan kemeja dan katun untuk baju gamis. “Katun Jepang yang bagus bisa Rp 150 ribu per kilo,” jelasnya.

Salah seorang calon pembeli, Dewi, 36 menuturkan dia jauh-jauh hari sudah mulai mencari-cari bahan kain untuk nanti Lebaran. Hal itu dilakukan agar tidak mengantre saat dijahitkan. “Lihat-lihat dulu, kalau ada bahan yang bagus bisa untuk persiapan,” katanya.(riz/din)