MUNGKID – Petani di wilayah lereng Merapi mulai meningglkan benih padi jenis IR 64 yang selama ini menjadi pilihan utama di beberapa wilayah. Kini, petani Dusun Grogol, Mangunsoko, Dukun memilih menanam jenis mekongga. Benih ditanam di lahan seluas 0,2 hektare, dikelola Kelompok Tani Flamboyan. Didampingi Babinsa Manginsoko Serda Sarjono.

Sarjono mengatakan, mekongga merupakan varietas unggul hasil persilangan padi galur A2970 yang dikembangkan di Amerika Serikat dengan IR 64. Varietas baru itu memiliki beberapa kelebihan disbanding jenis lokal IR 64. Selain umur tanam lebih singkat (116-125 hari), batang tanaman tegak dan bentuk gabah ramping. Teksturnya lebih pulen. Yang pasti, hasil panennya lebih banyak.

“IR 64 lokal bisa menghasilkan 4,318 ton per hektare lahan. Sedangkan mekongga hampir dua kali lipat. Mencapai 8,302 ton dengan pola tanam jajar legawa,” jelasnya kemarin (6/5).

Kelebihan lain varietas ini, lanjut Sarjono, lebih aman terhadap serangan hama wereng coklat biotipe 2 dan 3. Serta tahan penyakit bakteri daun atau dikenal dengan nama strain IV. Melalui pengujian di beberapa daerah di Indonesia, varietas tersebut lantas dibudidayakan oleh banyak petani. Terutama di kawasan yang menjadi sentra penghasil gabah nasional.(ady/yog)