JOGJA-Kegagalan PSIM Jogja meraih poin penuh saat laga kandang perdana tidak perlu disesali. Saat ini, para pemain muda yang dilatih oleh Erwan Hendarwanto harus segera move on dari hasil seri melawan Persibat Batang, pekan lalu. Johan Arga dan kawan-kawan harus membuktikan kemampuan mereka, tanpa adanya beban dan rasa canggung lagi.

“Saat melawan Persibat Batang karena main pertama dan ditonton ribuan orang mereka masih canggung, semoga di pertandingan kedua tidak lagi,” kata Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru kemarin.

Ditegaskan Agung, saat ini Pangeran Biru, sebutan PSIM, harus lebih siap. Apalagi mereka mendapat tambahan satu amunisi baru, Raymond Tauntu, yang sudah resmi didaftarkan ke PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC Seri B 2016 dan sudah siap dimainkan pada laga kedua PSIM. Dengan kekuatan penuh, dirinya yakin Laskar Mataram bisa meraih poin penuh.

“Dipertandingan lawan Persipur Purwodadi target kami poin penuh. Saya yakin anak-anak bisa, tidak masalah skornya berapa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PSIM Brustam Iswanto mengatakan, pihaknya siap menggelar pertandingan kandang kedua PSIM dengan menjamu Persipur Purwodadi siang ini. Pihaknya berharap, suporter dapat menjaga sikap tertib seperti yang ditunjukan pada laga kandang perdana. Karena dengan perilaku tertib, baik di dalam maupun di luar stadion, dan mentaati peraturan lalu lintas, para pendukun setia Pangeran Biru telah ikut serta dalam menjaga suasana kondusif.

“Kami mengharapkan sikap tertib supporter PSIM dapat terus dipertahankan, termasuk di pertandingan kandang hari ini. Suporter harus mampu menahan diri jika terjadi gangguan terhadap mereka, terutama saat perjalanan menuju dan pulang dari stadion,” tandas Brustam.(dya/dem)

Pangeran Biru Optimis Menang

JOGJA-Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto sepakat bila anak asuhnya bisa mengatasi demam panggung, maka poin tiga yakni bisa direbut. Pilihan Pangeran Biru untuk menggunakan banyak pemain muda, berdampak pada situasi ini. Mengingat hampir separo skuadnya adalan pemain yang akan terjun di PON 2016 mendatang. Tetapi dengan kematangan dan kepemimpinan Johan Arga sebagai kapten tim serta beberapa pemain senior lainnya, kendala ini optimis bisa diatasi saat menjamu Persipur Purwodadi pukul 14.00 ini di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul

“Harus yakin dong. Ini tantangan buat anak-anak juga. Harus yakin bisa meraih poin penuh,” ujarnya kepada Radar Jogja, kemarin.

Pelatih yang musim lalu masih berstatus asisten pelatih ini mengaku belum banyak memiliki catatan tanding melawan tim-tim di Grup IV, termasuk Persipur Purwodadi. Erwan mengaku masih buta akan kekuatan, pola dan materi pemain dari tim berjuluk Laskar Petir. Namun hal itu tidak akan ijadikan kendala. Karena dirinya ingin fokus pada kekuatan dan kelemahan Johan Arga dan kawan-kawan.

“Stamina anak-anak sekarang juga lebih siap. Kemarin, saat babak kedua memang agak sedikit turun. Tapi kami yakin kali ini lebih siap,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, setahun yang lalu, tepatnya pada 20 Maret 2015, PSIM sempat beruji coba dengan Persipur di Stadion Mandala Krida dengan skor 1-1. Gol PSIM diciptakan striker Toni Yuliandri dan tim masih dilatih pelatih Seto Nurdiyantara yang kerap menggunakan pola 4-4-2. Gol balasan tamu diciptakan Eko Pujianto yang berhasil menjebol gawang Pangeran Biru yang saat ini dikawal Tito Rama.

Saat ini, karena Erwin pernah menjadi asisten Seto, dia juga tidak akan meninggalkan pola permainan 4-4-2. Kehadiran Raymond Tauntu menambah variasi gelandang tengah. Dia akan menjadi back up duo Dimas Priambodo dan Pratama Gilang. Dengan adanya pilihan variasi gelandang tengah, maka bisa dimunculkan rotasi posisi lebih dahsyat. Sementara tiga pemain yang kemarin sempat mengalami cidera ringan, yakni Edo Pratama, Johan Arga dan Krisna Adi dipastikan sudah pulih dan siap memperkuat tim.

“Anak-anak harus lebih percaya diri keluar dari posisi, tapi begitu serangan balik, mereka harus kembali ke posisi semula,” tegas Erwin.

PSIM sepertinya akan kembali menurunkan Tito Rama sebagai kipper. Kemudian untuk mengisi lini belakang ada Sunni Hizbullah, Edo Pratama, Riskal Sutanto dan Said Marjan. Kemudian posisi tengah akan dihuni oleh Sang Kapten Johan Arga didampingi Pratama Gilang, Rangga Muslim, dan Dimas Priambodo. Posisi penyerang akan diisi Arga Permada dan Krisna Adi.

Sisi lain, sebelum menghadapi PSIM, Persipur juga hanya mampu seri 0-0, saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Kridha Bhakti Purwodadi, akhir pekan lalu. Laskar Petir sudah harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-15, setelah pemain tengahnya, Mardiansyah mendapat kartu merah akibat akumulasi dua kartu kuning.

“Kami target curi poin. Saat melawan tim sekelas PSIS kemarin anak-anak bisa bermain imbang, kali ini harus menang,” ungkap Allenatore Persipur Wahyu Teguh.

Dijelaskan, faktor demam lapangan juga jadi kendala anak asuhnya di laga perdananya kemarin. Namun dengan persiapan dan evaluasi yang sudah dilakukan, dirinya yakin anak-anak asuhnya bisa lebih percaya diri dalam bermain.

“Kemarin lawannya memang di atas kami, anak-anak jadi tidak fokus,” ujarnya.

Persipur akan cenderung bermain dengan pola 3-5-2 dengan pemain seperti Yoga, Dias, Gani Pulhehe, Fandi, Heri, Reno Nugroho, Dayat, Eko Septi, Rahman, Nurkhamid dan Ananias Fingkrew. Gani Pulhehe akan menjadi palang pintu di depan gawang yang dijaga Yoga. (dya/dem)