JOGJA – Ujian Nasional (Unas) SMP di Jogjakarta digelar hari ini (9/5). Mayoritas SMP di DIJ menggelar unas berbasis kertas atau paper based test (PBT). Unas PBT juga diselenggarakan untuk jenjang Paket B atau setara SMP/MTs di 57 Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

Total ada 1.685 peserta didik yang terdaftar mengikuti Unas Paket B. Sementara untuk unas di tingkat SMPLB diikuti 54 peserta di 25 sekolah dengan berbagai ketunaan.

Untuk tahun ini penyelenggaraan Unas PBT SMP diikuti 48.705 siswa di 531 sekolah penyelenggara. Sementara 2.942 siswa lainnya mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di 18 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jogjakarta Baskoro Aji mengatakan, dari puluhan ribu peserta ujian terdapat sepuluh anak berkebutuhan khusus (ABK). Sepuluh siswa ABK yang tersebar di Kota Jogja, Bantul, Sleman, dan Gunungkidul akan mengikuti PBT.

Dari sepuluh ABK tersebut, enam ABK tunanetra mengikuti ujian di MTs Yaketunis Jogja. Mereka melaksanakan unas khusus menggunakan huruf braille. Dua siswa low vision masing-masing mengikuti unas di SMP Karitas Ngaglik dan MTs Pakem, Sleman.

Dijelaskan, untuk low vision di SMP Karitas menggunakan font ukuran 20 sedangkan MTs Pakem ukuran huruf 24. Lalu satu siswa low vision di SMP Muhammadiyah Pundong dengan font ukuran 14. “Sedangkan untuk Gunungkidul, satu siswa tunanetra melaksanakan ujian SMP Ekakapti Karangmojo,” katanya saat droping soal Unas SMP, Sabtu (7/5).

Dia memastikan, siswa ABK mendapatkan pelayanan penunjang. Selain dibantu dengan soal khusus dan pendamping. Para siswa ABK ini nantinya didampingi oleh pengawas yang membantu jika siswa menemui kendala.

“Selain itu, juga memberikan fasilitas jika ada siswa yang melaksanakan unas di rumah sakit atau lembaga permasyarakatan. Tapi, hingga Sabtu ini kami belum mendapatkan laporan,” ungkapnya.

Aji berpesan agar siswa, sekolah, lingkungan, dan keluarga menjaga kondusivitas selama ujian. “Dorong agar anak melakukan ujian dengan jujur. Sehingga pengerjaan unas akan berjalan dengan lancar,” harapnya.

Selama Unas SMP berlangsung, Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIJ membuka Pos Pengaduan Unas. Pos ini tidak hanya untuk wilayah Jogjakarta tapi meliputi Jawa Tengah (Jateng) sisi Selatan. Siswa maupun masyarakat diminta aktif jika ditemukan pelanggaran.

Kepala ORI DIJ-Jateng Budhi Masturi mengimbau, penyelenggara unas mematuhi aturan. Demikian juga pengawas untuk lebih cermat mengawasi. Terutama penggunaan peralatan komunikasi sebagai sarana untuk melakukan kecurangan.

“Jika menemukan kecurangan bisa melaporkan ke ORI DIJ. Pos Pengaduan UN ORI DIJ ada di Jalan Woltermonginsidi No 20 Tegalrejo atau melalui SMS pengaduan. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya oleh ORI DIJ,” kata Budhi. (dwi/ila)