DWI AGUS/RADAR JOGJA
FILM PERDANA: Ratih Citra angkat tema lingkungan dalam film pendeknya, Sudra. Film ini akan diputar dalam Cannes Film Festival Prancis.

Berbekal Otodidak, Sudra Ikut Cannes Film Festival Prancis

Dunia sinema Jogjakarta terus berkembang melalui kreativitas film dan tim kreatifnya. Kali ini giliran film pendek berjudul Sudra karya Ratih Citra yang menjadi perhatian. Film yang fokus pada lingkungan ini rencananya diputar di ajang bergengsi Cannes Film Festival Prancis.

DWI AGUS, Jogja
MIMPI seorang Ratih Citra untuk menembus dunia sinema internasional akhirnya terwujud. Melalui film pendeknya yang berjudul Sudra, Citra, sapaannya, mampu menembus ajang internasional Cannes Film Festival Prancis. Film ini merupakan karya perdana yang langsung diputar diajang internasional.

Perempuan kelahiran Blitar, 23 Mei 1980 ini menuturkan, filmnya masuk dalam Cannes Short Film Corner. Dia memang memilih untuk tidak bertarung dalam ajang internasional ini. Ratih hanya ingin film perdananya ini bisa diputar dan mendapat apresiasi dari penonton.

“Saya submit untuk pemutaran film pendek dan mendapat respons. Sengaja memilih untuk pemutaran bukan di festivalnya. Sebab, ingin fokus kampanye pada isu yang saya angkat,” kata Citra saat ditemui di Venezia Homestay, Mantrijeron, Jogja, Sabtu (7/5).

Sebagai sineas otodidak, Citra tidak bekerja sendiri. Dia turut menggandeng sosok Rusmedi Agus sebagai Co-Director dan Rina Ringgun sebagai Line Producer. Proses pembuatan naskah film pun membutuhkan waktu satu tahun.

“Nantinya film ini akan diputar di beberapa wilayah di Indonesia. Fokus pada pemutaran di daerah pesisir pantai. Saat ini juga sudah mulai focus film kedua. Menyoroti isu lingkungan di Pulau Karimun Jawa,” tuturnya.

Karya perdana, lanjutnya, bukan menjadi alasan untuk mencoba-coba. Meski digarap secara minimalis, film ini memiliki misi besar. Sama halnya dengan sineas lainnya, Citra mengemas keresahannya dalam sebuah film pendek.

Keresahan ini berangkat dari minimnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ini ditemuinya ketika berkunjung di berbagai pesisir pantai. Masalah pelik sangat terasa terutama kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

“Beberapa wilayah pesisir pantai itu sangat meresahkan. Banyak sampah yang dibuang dan bermuara di pesisir pantai. Belum lagi kesadaran masyarakat sekitar pesisir,” ungkap Citra.

Keresahan ini berujung pada lahirnya film Sudra. Menurut perempuan yang bertindak sebagai sutradara dan produser ini, Sudra adalah pesan yang ringan dan halus. Mengajak masyarakat untuk peduli melalui pesan-pesan yang disampaikan.

Uniknya, sebagai film yang memuat isu lingkungan, Citra justru tidak memilih jalan dokumenter. Dia justru menghadirkan Sudra dalam balutan film fiksi. Alasannya, agar pesan yang disampaikan lebih mudah dicerna dan tersampaikan ke masyarakat.

“Memang menyimpang, karena biasanya film kayak gini dikemas dengan dokumenter. Selama ini dokumenter dianggap sebagai film sejarah dan kadang pesannya tidak sampai,” katanya.

Dalam film ini Citra melibatkan beragam elemen masyarakat. Terutama masyarakat pesisir pantai. Untuk pemilihan lokasi suting, Citra dan timnya memilih Pantai Juwana di Pati, Jawa Tengah.

Alasannya, kondisi lingkungan di tempat ini dianggap mampu merepresentasikan isu dalam film. Selanjutnya Citra memilih untuk melibatkan masyarakat awam. Meski tidak memiliki bekal akting, namun pemilihan aktor peran ini atas pertimbangan matang.

“Kecuali pemeran sosok Sudra, semuanya adalah masyarakat awam. Sengaja memilih ini agar adegan terlihat lebih natural. Sudra sendiri diperankan oleh Gregorius Pradana Ardyamukti,” jelasnya.

Film berdurasi 13 menit ini menceritakan kehidupan Sudra bersama ibunya. Hidup dalam lingkungan yang kumuh yang berada di pesisir pantai. Pesan dalam film ini terlihat sangat gamblang. Yakni peran keluarga sangatlah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Contoh kecil adalah ketika anak kecil membuang sampah sembarangan. Orang tua yang memiliki peran besar justru seakan cuek. Makanya peran keluarga itu penting,” ungkapnya. (ila)