GUNUNGKIDUL – Taman kuliner di Taman Kota Wonosari siap digunakan. Pemkab Gunungkidul menargetkan kawasan ini akan mulai operasioanal awal Juni mendatang.Informasi yang dihimpun Radar Jogja menyebutkan, proyek tersebut sudah diga-rap sejak tahun lalu. Di tengah proses pe-ngerjaan, muncul masalah karena jumlah kios tidak sesuai dengan total pedagang eks alun-alun yang menjadi sasaran relokasi.

Pejabat Sekda Gunungkidul Supartono mengakui, kios yang dibangun sebanyak 32 unit. Dan sebagian besar sudah terisi. Arti-nya, tidak semua pedagang yang berada di sekitar alun-alun tertampung. Hanya pe-dagang yang memenuhi kriteria bisa me-nempati lapak di taman kuliner.

“Misalnya, penjual bakso tusuk itu tidak masuk ke lapak, tetapi ditempatkan di lo-kasi sebelah utara,” kata Supartono kemarin (15/5).

Kepada pedagang yang belum mendapat tempat, saat ini ada 12 kios siap ditempati. Kios ini nanti digunakan untuk pedagang makanan yang belum ada di taman kuliner. “Sisa 12 nanti akan dilelang. Misalnya sate kambing yang belum ada, nanti jika yang mendaftar lima orang akan dipilih satu dengan sistem lotre,” ucapnya.Untuk meramaikan kawasan ini, pemkab akan melakukan koordinasi dengan bebe-rapa pihak. Misalnya saat tertentu jalan di sekitar taman kuliner akan ditutup, dan diadakan kegiatan khusus. “Nanti permai-nan yang biasa di sekitar alun-alun kita upayakan untuk berada di sekitar taman kuliner,” jelasnya.

Dia berharap, dengan sistem sewa yang sudah ditentukan ke depan diharapkan taman kuliner bisa memperkenalkan kuli-ner khas Gunungkidul. Dengan demikian jika wisatawan akan mencari makanan khas otomatis belok ke ke taman kuliner.Ketua DPRD Gunungkidul Suharno men-gatakan, sejumlah persoalan yang ada se-lama ini harus segera diselesaikan. Pra re-lokasi, perlu adanya pendekatan lebih mendalam kepada pedagang kaki lima (PKL). “Konsep pemkab harus jelas, jangan sam-pai ada pedagang tidak mendapat tempat. Untuk itu memang harus ada konsep jelas dan selektif,” kata Suharno. (gun/din/ong)