SUTARTI alias Srintil, 41, mengaku sudah kapok tidak akan menenggak minuman keras lagi. Minuman beralkohol itu hampir saja merenggut nyawanya. Kini, perempuan asal Karang-anyar, Jawa Tengah, itu masih tergolek lemah di Ruang Dahlia, RS Jogja, Wirosaban.Di tangan kirinya terdapat sun-tikan infus.

Sedangkan di hidung-nya menempel selang untuk bantuan pernapasan. Seluruh badannya ditutupi selimut belang rumah sakit. Hanya sedikit celah yang memperlihatkan bagian matanya.

“Jangan diambil gambar ya,” ujarnya saat Radar Jogja datang kemarin (15/5).

Kondisinya saat ini sudah mulai membaik. Hanya masih me-rasakan pusing-pusing, sesak napas dan mual. Sebelumnya ia mengaku sempat pusing, muntah-muntah dan pandangan kabur. “Kemarin ngedrop terus jatuh,” kata perempuan pekerja swasta yang sehari-hari tinggal di kos-kosan daerah Mrican, Umbulharjo, Kota Jogja.

Ia menceritakan, awalnya ia dan dua temannya minum-minum di sebuah warung di daerah Mrican, Kamis (12/5) siang. Ia minum bersama Juweni, 37, dan Sujiyo. Belakangan diketahui Sujiyo, 51, meninggal di RS Jogja, setelah nyawanya tidak tertolong.

Sementara Juweni masih menjalani perawatan di RS Bethesda. “Datang tinggal minum aja. Ndak tahu siapa yang beli. Biasanya 9 botol saya masih kuat, ndak apa-apa. Ini dua botol rasanya gak enak. Mau ditukar ndak boleh,” ungkapnya.Saat menenggak pertama kali ia sudah merasa curiga dan aneh dengan minuman itu. Terutama saat tercium ada bau-bau yang wangi dari biasanya.

“Iya saya penasaran dan sempat curiga. Ndak enak, ndak kayak kemarin-kemarin,” tuturnya.Setelah minum, Jumat paginya dia sempat jatuh. Ia kemudian merasakan ada yang aneh se lepas minum-minum malam hari se-belumnya.

Ia lalu hanya tiduran di kamar kosnya selama sehari itu. Kondisinya lama-kelamaan menurun.Pandangannya juga mulai kabur dan hanya berwarna putih. Ia lalu dibawa teman kosnya ke RS Jogja di Wirosaban, Sabtu siang jam 14.30. (riz/laz/ong)