SUASANA berbeda tampak di kediaman Sabri, 39, di Dusun Ponggalan, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja. Ibunda dan adik korban tampak sedih ketika para pelayat datang ke rumah duka, kemarin (15/5). Sabri merupakan korban miras yang tewas, setelah sempat menjalani perawatan di RS Jogja
Joko Prasetyo, 48, kerabat korban mengatakan, Sabri diduga me-ngonsumsi minuman jenis arak yang sebelumnya dibeli dari seorang penjual di daerah Mrican, dekat terminal di belakang SPBU.

Hanya saja minuman itu lain dari sebelumnya. “Ini yang paling beda. Halus, baunya wangi, diminum terus ndak mabuk-mabuk. Jadi ya terus diminum,” katanya kepada Radar Jogja di rumah duka.Joko mengatakan, kerabatnya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir itu kondisinya mulai memburuk pada Jumat (13/5).

Saat itu napasnya mulai ter sengal-sengal. Pandangannya sudah mulai kabur dan sempoyongan.

“Aslinya dia kuat, wong sudah biasa minum. Tapi minuman kemarin itu lain. Sabtu (14/5) akhirnya dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebelum dibawa ke rumah sakit korban sempat minum air kelapa untuk me-netralkan racunnya. Namun setelah itu korban kembali mun-tah. Korban juga minta dibelikan bubur kacang hijau, namun saat ditelan juga kembali muntah. “Sampai rumah sakit dikasih infus sempat bisa lihat.

Tapi penangananya kurang cepat, semakin menurun sejak Minggu pagi. Kata dokter, ginjalnya rusak. Sempat ngedrop, terus koma. Meninggal Minggu pukul 11.00,” ungkapnya.

Korban yang masih lajang itu tinggal bersama ibu dan adiknya. Joko mengatakan, saat pertama datang ke rumah sakit ia sempat mencoba menggunakan kartu BPJS milik korban, namun di-tolak rumah sakit. Pihak rumah sakit beralasan, BPJS tidak bisa digunakan untuk pasien karena minuman keras.

Menurut Joko, di antara be-berapa korban yang diduga akibat miras oplosan ini saling kenal. Mereka disinyalir membeli minuman dari sebuah sumber yang mencampur dengan zat berbahaya. “Biasanya dua-tiga botol tidak apa-apa kok. Ini sebotol air mineral tanggung sudah sangat berbahaya. Belinya biasanya Rp 15 ribu. Tapi yang jenis ini baru, tapi belum tahu campurannya,” ungkapnya. (riz/laz/ong)