PERJALANAN SLEMAN: Tari kolosal yang menampilkan batik khas Sleman parijotho di Lapangan Denggung, kemarin (15/5). Foto kanan, Gubernur HB X, Bupati Sri Purnomo, dan Wabup Sri Muslimatun dalam acara ini.

Ajak Jadi Momentum Bangkit untuk Terus Membangun
Upacara puncak peringatan Satu Abad Kabupaten Sleman kemarin (15/5) digelar di Lapangan Denggung. Prosesi peringatan Hari Jadi Sleman ini pun dikemas secara istimewa dalam nuansa Jawa. Masyarakat tumpah ruah di sekitar lokasi upacara.

BAHANA, Sleman
TEPAT pukul 14.00 WIB digelar upacara pengambilan tombak Kyai Turun Sih, lambang kebesaran Sleman pemberian Keraton Jogja. Pengambilan oleh ratusan bregodo ini juga disertai umbul-umbul Mego Ngapak dan lambang Ka-bupaten Sleman.

Acara juga dimeriahkan dengan repotoar tari “Astungkara Sembada” yang dibawakan oleh 100 orang penari. Tarian ini membawa maksud harapan kemajuan Sleman di segala bidang yang muaranya untuk kemakmuran warga di kabupaten ini.

Para tamu undangan yang be rasal dari perwakilan desa, KPD dan anggota DPRD Sleman yang hadir, semuanya berpakaian adat Jawa. Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yang bertindak selaku inspektur upacara, mengenakan jas warna hitam.Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo yang mendampingi gubernur tampak mekakai perana-kan motif biru dengan blangkon cokelat
Wakil Bupati Sri Muslimatun juga tampak hadir meski dalam kondisi belum pulih pasca operasi jari kakinya. Memasuki area upacara, mantan anggota DPRD Sleman ini harus dibantu meng-gunakan kursi roda.

Gubernur HB X usai pelak-sanaan upacara berpesan ke-pada Pemkab Sleman untuk menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam makna sem-bada. Bila filosofi itu diterapkan, ayah lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini menjamin kesejahteraan masyarakat Sleman bisa tercapai.

“Setidaknya, saat ini masyara-kat bisa guyub. Bekerjasama untuk membangun Sleman,” harapnya.

Bupati Sri Purnomo mengajak satu abad Sleman ini jadi momentum untuk kebangkitan Sleman. Dia mengajak jajaran aparatur pemerintahan di pemkab dan masyarakat untuk terus berperan membangun Sleman. “Memasuki abad kedua ini, semangat untuk membangun Sleman harus ditumbuhkan,” jelasnya.

Usai upacara peringatan Satu Abad Kabupaten Sleman, juga diluncurkan layanan aplikasi aduan online sebagai bagian dari program smart regency Sleman. Peluncuran ini ditandai dengan pelepasan 100 burung dara yang dipimpin Gubernur HB X. (laz/ong)