Sebelum menempati posisi Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIJ, I Ketut Suardika ternyata pernah memunyai pengalaman pahit ketika sedang menjalankan tugas. Kenangan paling terkesan tersebut terjadi saat dirinya ditugaskan sebagai Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Provinsi Papua pada 1995 lalu
Saat itu, ada sebuah kapal kayu yang hendak menyeberangi sebuah pulau di Kabupaten Merauke. Kapal tersebut bermuatan ratusan orang, ternak, dan hasil pertanian. Kapal yang semestinya hanya mampu menampung 150 orang ternyata mengangkut 500 orang. Akibatnya, baru beberapa menit meninggalkan pelabuhan dan belum sampai ke tempat tujuan, kapal mengalami kecelakaan yaitu tenggelam. Atas kejadian tersebut, puluhan orang meninggal dunia bahkan ada jasad korban tidak ditemukan.

Sebagai petugas Jasa Raharja, Suardika pun langsung pro aktif mendatangi lokasi usai mendengar peristiwa kecelakaan tersebut. Namun, untuk menuju tempat kejadian perkara (TKP) atau lokasi kejadian tidak lah gampang. Ia harus melewati perbukitan dan jalan yang terjal. “Saya ke TKP bersama polisi dan pegawai pemerintah daerah setempat,” kata Suardika.

Hambatan yang dialami Suardika dan rekannya semakin berat ketika pemilik dan nahkoda kapal mengaku tidak memiliki daftar dan identutas penumpang yang menjadi korban meninggal dunia. Jumlah daftar penumpang yang menjadi korban dan identitas para korban meninggal simpang siur. “Belum sampai di lokasi kejadian, sudah ada korban yang dimakamkan. Saat itu, kondisinya benar-benar sulit,” ingatnya.

Selain sulitnya mendapatkan daftar dan identitas penumpang, Suardika sempat bersitegang dengan tokoh adat setempat. Pemicunya, saat itu beredar isu tentang besaran santunan yang akan diberikan kepada ahli waris korban kapal tenggelam yaitu sebesar Rp 35 juta. Padahal, sesungguhnya nilai santunan yang akan diberikan yaitu Rp 10 juta.

“Saya sempat ribut bahkan diancam akan dibunuh oleh warga. Setelah kami jelaskan, warga akhirnya menerima nilai santunan yang diberikan pemerintah kepada para korban yaitu Rp 10 juta setiap korban,” terang Suardika. (obi/mar)