Kuncinya Fokus dan Mau Bekerjasama

Bagi kebanyakan orang, meraih kesuksesan bukan lah perkara yang gampang. Apalagi, mereka yang berkarir di perusahaan orang lain, perusahaan negara maupun instansi pemerintah. Ada saja rintangan dan hambatan, datang dan pergi silih berganti. Namun, semua itu dapat diatasi.
Berikut kiat dan pengalaman I Ketut Suardika. Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIJ yang memulai berkarir sebagai petugas di kantor Samsat Singaraja, Bali.

——————————-
Selama 25 tahun berkarir di PT Jasa Raharja, memiliki banyak pengalaman suka dan duka. Suardika mulai berkarir di PT Jasa Raharja pada Tahun 1991. Kali pertama berkarir diperusahaan asuransi milik pemerintah ia ditempatkan di kantor Samsat, Singaraja, Bali. Lima tahun kemudian, ia mendapat promosi jabatan sebagai kepala unit operasional PT Jasa Raharja Cabang Papua yaitu pada 1995 hingga 2000.

Lima tahun di Papua, Suardika kembali dimutasi. Ia ditempatkan di kantor Perwakilan PT Jasa Raharja Singaraja, Bali sebagai kepala perwakilan. Di sini, Suardika ternyata tidak berlangsung lama. Bapak tiga putera ini kembali mendapatkan tugas baru sebagai dengan posisi Kepala Kantor Divisi asuransi, di Batam. Setelah itu, ia kemudian digeser sebagai Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Tangerang Banten.

Dari Tangerang, ia kembali dipindah. Kali ini, posisi barunya adalah Kepala Bagian Umum PT Jasa Rahaja Cabang DKI. Kemudian geser lagi sebagai Kabag Operasional PT Jasa Rahaja Cabang DKI. Setelah beberapa tahun di DKI, Suardika mendapat promosi jabatan sebagai Kabang Umum PT Jasa Raharja Cabang Semarang.

“Sebelum diangkat sebagai Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIJ, saya ditempatkan sebagai Kepala Urusan Pengembangan SDM kantor PT Jasa Raharja Pusat. Saya pindah ke sini pada 15 Mei 2015,” kata Suardika.

Suardika menuturkan, saat remaja ia sebenarnya tidak pernah ingin berkarir di perusahaan asuransi. Semula, ia ingin berkarir di lembaga keuangan/perbankan. Keinginannya berkarir di perbankan dimulai dengan masuk ke sekolah SMEA bukan SMA. Seiring berjalannya waktu, cita-cita menjadi pegawai bank mulai pudar. Setelah sekolah SMEA, ia melanjutkan ke perguruan tinggi Universitas Ngurahrai Denpasar. Di kampus ini, dirinya mengambil jurusan Fisipol.

“Selesai kuliah, saya dapat info ada lowongan kerja di Jasa Raharja. Kemudian saya melamar, eh ternyata saya diterima,” kenangnya.

Sejak saat itu, Suardika memutuskan tetap berkarir di Jasa Raharja. Baginya, berkarir di lembaga mana pun itu sama. Kuncinya adalah fokus, sabar, mau belajar, mau bekerjasama, dan tuntaskan pekerjaan dengan baik.

“Kembangkan diri melalui kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sebab, posisi pegawai Jasa Raharja adalah sebagai pelayan/abdi masyarakat,” jelasnya. (obi/mar)