Ternyata masih banyak pemuda yang merasa minder dan kurang percaya diri. Kendala ini seringkali justru menghambat potensi yang dimilikinya. Karena itulah perlu dipikirkan upaya yang lebih sistematis untuk mengatasi problem yang dialami banyak anak muda tersebut.

Demikian sorotan yang terungkap dalam kegiatan diskusi Public Speaking dan Kewirausahaan di Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, kemarin (14/5). Tampil sebagai pembicara MC senior dan mantan penyiar Lusy Laksita serta pengusaha Frida Musthikasari SE MM. Kegiatan yang dilaksanakan dalam mengisi reses anggota DPR RI H. Ambar Tjahyono SE MM ini diikuti sekitar 60 pemuda perwakilan dari berbagai Karang Taruna se-Kabupaten Sleman, DIY.

“Aktualisasi diri anak-anak muda sangatlah penting. Apalagi jumlah angkatan muda kita sangat besar. Hal ini bukan saja akan menghalau sekat-sekat yang membuat mereka merasa minder dan kurang percaya diri, namun juga mampu menggali potensi kreatif mereka. Termasuk potensi dalam bidang enterpreunership,” kata Ambar dalam sambutannya.

Mengutip data BPS, Ambar menyebut bahwa jumlah pelaku usaha kecil di Indonesia sangatlah besar. Namun sumbangannya terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sangat rendah. Padahal untuk membangun bangsa yang besar dibutuhkan pelaku usaha skala menengah yang kuat. Karena itulah anggota dewan dari dapil DIY ini mendorong pentingnya terus mendorong bagi tumbuhnya enterpreuner yang tangguh, utamanya dari kalangan muda.

Sementara itu dalam rangka kunjungan ke DIY, Ambar juga sempat bertemu dan berdialog dengan warga di sejumlah tempat. Diantaranya bertemu warga Karangsewu, Galur, Kulon Progo dan masyarakat di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Dalam pertemuan dengan warga Kulon Progo, Ambar banyak mendapat masukan tentang keinginan mereka untuk mengembangkan beberapa jenis usaha yang telah mereka jalankan. Diantaranya kerajinan mebel, budidaya jamur tiram dan jamur linchi, budidaya jangkrik, serta pembuatan rambut palsu (wig).

Sedangkan masyarakat Srimulyo, Bantul mengharapkan dukungan dalam pengembangan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Karena itulah mereka mengharapkan adanya pembinaan dan pelatihan di bidang pengembangan wisata maupun makanan olahan lainnya untuk menambah pendapatan keluarga. (ong)