Kepala PT Jasa Raharja Bantul, Api Yanto Kurniawan saat mendatangi rumah korban kecelakaan Jemi di Dusun Kularan RT 47/24 Desa Triharjo, Wates, Kamis (12/5/2016).
KULONPROGO – Peristiwa naas dialami Jemi, 71 tahun. Warga Dusun Kularan RT 47/24 Desa Triharjo, Wates itu tertabrak sepeda motor saat berjalan kaki di Jalan Wates-Pengasih Purworejo pada Kamis (12/5/2016) pukul 04.45. Akibat kecelakaan tersebut, isteri Murjo Wiyono itu mengalami luka berat sehingga berujung meninggal dunia.

Mendengar adanya informasi kecelakaan tersebut, petugas PT Jasa Raharja Bantul langsung mendatangi rumah korban. Tujuannya adalah membantu ahli waris untuk mengumpulkan berkas persyaratan pengurusan santunan kecelakaan. Pelayanan jemput bola ini dilakukan bagian dari pelaksanaaan slogan Prime (pro aktif, ramah, ikhlas, mudah, dan empati).

“Kami datang ke rumah korban menemui ahli waris dan keluarga untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kecelakaan yang dialami ibu Jemi,” kata Kepala PT Jasa Raharja Bantul, Api Yanto Kurniawan kepada Radar Jogja, Kamis (12/5/2016) kemarin.

Berkas persyaratan yang perlu dilengkapi yaitu Laporan Polisi (LP), surat keterangan dari dokter/medis/rumah sakit, Kartu Keluarga, dan KTP ahli waris. Kelengkapan lain adalah surat dari pamong desa dan rekening bank. Setelah berkas lengkap, Jasa Raharja pun langsung memproses pengajuan dan uang santunan ditransfer ke rekening ahli waris pada Kamis siang.

“Jadi, belum genap sehari santunan bagi korban kecelakaan ibu Jemi sudah kami cairkan. Pada prinsipnya, kami selalu berupaya santunan kecelakaan bagi korban meninggal dunia secepatnya kami cairkan kepada ahli waris. Sedangkan bagi korban luka, kami akan memberikan garansi leter kepada rumah sakit atas pembiayaan korban luka tersebut,” tambah Api Yanto.

Suami Jemi, Murjo Wiyono mengucapkan terima kasih atas perhatian sekaligus kepedulian PT Jasa Raharja datang ke rumahnya untuk menyampaikan bela sungkapa dan membantu melengkapi persyaratan pengajuan santunan kecelakaan yang dialami isterinya. Baginya, pehadiran dan pelayanan petugas Jasa Raharja tersebut sangat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Pagi hari istri saya kecelakaan meninggal dunia, siang hari di buku tabungan BRI saya sudah ada transferan uang santunan dari PT Jasa Raharja. Ini bukti negara melalui PT Jasa Raharja sangat peduli terhadap para korban kecelakaan lalu lintas,” kata Murjo wiyono. (mar/ong)