KULONPROGO – Ratusan umat Buddha mengikuti ritual doa bersama dan mengam-bil air suci dari Taman Sungai Tuk Mudal di Jatimulyo, Girimulyo kemarin (15/5). Kegiatan ini dilakukan jelang peringatan Hari Suci Waisak 22 Mei mendatang. Me-reka juga menggelar Tribuana Manggala Bhakti yang ditandai dengan pelepasan burung, ikan, dan me na nam pohon.

Surahman dari Kementrian Agama DIJ menjelaskan, air suci di Tuk Mudal tidak pernah kering. Umat Buddha mengambil air ini untuk nantinya dibagikan kepada beberapa Vihara yang ada di Kulonprogo. “Tribuana Manggala Bhakti mengandung makna untuk penyelamatan alam,” jelasnya. Adapun penanaman pohon untuk me-nyelamatkan tanahdan penyelamatan udara dilakukan dengan melepaskan burung. Sedangkan penyelamatan air dengan me-lepas bibit ikan.

“Ketiganya sebagai penyang-ga alam semesta agar lestari,” ungkapnya.Majelis Agama Buddha DIJ Panditamu-da Totok Tejamanu menambahkan, dalam peringatahan Hari Raya Waisak tahun ini umat Buddha diajak untuk lebih mencin-tai alam. Selain itu mencapai kebahagian bersama makluk, dalam rangkaian peng-hayatan dharma.

“Rangkaian peringatan sudah dilakukan dengan menggelar bhakti sosial, donor darah. Ada juga upacara Patidana dan upacara pemberkahan bayi. Puncaknya pada 21 yakni kirab agung dengan mem-bawa tumpeng, kelengkapan puja puji, semedi, dan meditasi,” imbuhnya.Etik Wahyuni, salah seorang warga ber-harap melalui kegiatan ini, masyarakat Buddha bisa bersatu. “Kita ingin semua masyarakat bisa bersatu, dalam mem ba-ngun,” ujarnya. (tom/din/ong)