MAJUKAN PENDIDIKAN: Dosen Utrech University Netherlands, Dr. Michiel Doorman saat menyampaikan materi pada acara ICRIEMS3rd di UNY, Senin (16/5) kemarin.
JOGJA – Civitas akademika UNY layak berbangga. Sebab, perguruan tinggi keguruan ini dinilai masih menjadi favorit anak muda Indonesia yang ingin menekuni karir di dunia pendidikan. Hal itu dibuktikan setiap tahun angka peminat kuliah di kampus ini terus meningkat meski ada banyak perguruan tinggi negeri (PTN) lain.

“UNY menjadi kampus favorit karena memiliki program pelatihan guru termasuk program teknis studi di bidang fisika,” kata Dr Allen Price Ph.D dari Associate Professor at Emmanuel College Boston, USA pada acara International Conference on Research, Implementation, and Education of Mathematics and Science (ICRIEMS3rd) dengan tema “The Global Challenges on The Development and The Education of Mathematics and Science” di UNY, Senin (16/5) kemarin.

Keunggulan UNY tersebut, lanjut Allen, membuat kampus ini dikenal sampai dengan tingkat internasional. Buktinya, banyak pelajar asal negara lain yang ikut belajar di UNY seperti Malaysia, Filipina, Australia, Jepang, dan Amerika. Apalagi, Kota Jogja merupakan pusat pendidikan tinggi di Indonesia sehingga memudahkan para mahasisawa bertukar pikiran dengan disiplin ilmu lain.

“UNY merancang proses pembelajaran secara sederhana tetapi secara konseptual menarik. Setiap kegiatan menantang siswa untuk memecahkan masalah atau untuk menjelaskan demonstrasi sederhana,” papar Allen dalam makalahnya berjudul The Scientific Approach to Higher Education: Examples From Physics Education Research.

Dosen Utrech University Netherlands, Dr. Michiel Doorman menerangkan, sebuah pendekatan untuk pendidikan matematika untuk menyediakan pembelajaran lintasan yang mendukung siswa dalam memahami dan menelusuri konsep dan keterampilan adalah Realistic Mathematics Education (RME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengalaman siswa dan memahami fungsi, tujuan dan utilitas pengetahuan akan membuat siswa disiplin di tempat kerja.

Karena itu, tugas kerja harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum. Sebab, penggunaan ilmu pengetahuan dan matematika dapat muncul dari kegiatan dan tugas-tugas di tempat kerja.

“Koneksi ke dunia kerja akan membuat matematika dan sains lebih bermakna dan relevan bagi siswa,” jelasnya. (mar/ong)