JOGJA – Penyelenggaraan hari pertama Ujian Sekolah-Madrasah (USM) di DIJ secara umum berlangsung lancar. Berdasarkan pantauan Radar Jogja, penyelenggaraan USM hari pertama tak ditemui kendala. Salah satunya terlihat di SD Negeri Badran Jogja. Sekolah ini berupaya memberikan rasa nya-man bagi siswa selama ujian. Salah satu upayanya memberikan sarapan pagi sebelum ujian. Para siswa juga diajak berdoa bersama sebelum ujian. Total ada 25 siswa yang ikut melaksanakan USM di sekolah ini
“Kami benar-benar mendukung suasana yang kondusif. Semua siswa hadir tepat waktu dan tidak ada yang terlambat. Kami juga mengajak orang tua untuk mem-berikan motivasi kepada anak-anaknya,” kata Kepala SD Negeri Badran Jogja Wiwin Prihan-diningsih SPd kemarin.Penyelenggaraan USM tingkat SD/MI tahun ini berlangsung dari 16 hingga 18 Mei.

Melibatkan 1.989 sekolah dengan total peserta berjumlah 49.675 siswa. Selain itu juga ada 52 siswa ber-kubutuhan khusus yang tersebar di 21 sekolah.Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdik-pora) DIJ Baskoro Aji berharap, agar siswa dapat mengerjakan ujian dengan optimal dengan mengedepankan integritas ke-jujuran.

Dia berharap hasil dari USM tingkat SD merupakan nilai yang murni. Artinya, siswa benar-benar mengerjakan atas kemam-puannya sendiri. Tujuannya agar hasil dari ujian ini dapat men-jadi patokan pendidikan dasar di Jogjakarta.

Dia menjabarkan, nilai USM akan menjadi acuan ke jenjang berikutnya. Keterlibatan orang tua dan sekolah, menurutnya, tidak hanya dalam dorongan psikis. Namun, bagaimana mereka bisa menciptakan suasana yang ideal bagi siswa untuk belajar. “Sehingga kami meminta agar seluruh elemen serius men-jalaninya. Tidak hanya menjadi tugas siswa, tapi juga orang tua dan sekolah. Utamanya adalah menghasilkan nilai berdasarkan kejujuran,” tegasnya.

Sementara itu, terkait pe-mindaian Lembar Jawab Kertas (LJK), hal itu dilakukan oleh Disdikpora DIJ. Pemindaian dilakukan di Kantor Disdikpora DIJ malam hari setelah seluruh LJK terdistribusi. Untuk me-ngoptimalkan pemindaian, se-buah tim khusus juga dibentuk.

Tim khusus ini untuk pengo-reksian lembar jawaban braille. Sebab, diperlukan teknik khusus yang tidak sama dengan koreksi LJK reguler. Caranya dengan memindahkan LJK braille ke lembar jawab komputer terlebih dahulu.Sedangkan untuk pemindaian secara keseluruhan ditargetkan satu hari selesai. “Memang harus ada tim khusus yang me ngawasi ini,” jelasnya. (dwi/ila/ong)