JOGJA-Tiga tim DIJ yang terjun dalam ISC Seri B 2016 pada pe-kan ketiga lalu, tidak seberuntung saat bertanding di pekan kedua. Baik PSIM Jogja, Persiba Bantul bahkan PSS Sleman harus me-nelan kekalahan di kandang lawan. Padahal pada pekan ke-dua, saat menjadi tuan rumah, mereka berjaya dengan keme-nangan yang cukup telak. Pelatih PSS Sleman Seto Nur-diyantoro menilai kurangnya koordinasi lini belakang men-jadi penyebab utama gawang Agung Prasetya harus bobol dua kali.

Karena secara pe-nguasaan bola, Green Squad lebih unggul dibandingkan Persinga Ngawi. Ditambah ke-lengahan dalam menjaga dae-rah maupun pemain lawan, pada menit-menit akhir”Gol kedua berawal dari bola mati yang disodorkan ke kiri gawang. Disitu ada dua pemian Persinga yang tidak terkawal dan terjadilah gol,” katanya, kemarin.

Dalam pekan ketiga kemarin, Green Squad ditundukkan tuan rumah Laskar Ketonggo dengan skor 2-1, Minggu (15/5).

Sebelumnya, pada Sabtu (14/5), PSIM dikalahkan Persijap Je-para dengan skor 1-0 di Sta-dion Gelora Bumi Kartini. Pada hari yang sama, Persiba juga kalah dengan skor cukup banyak, 6-2, saat away ke PS Mojokerto Putra. “Mental lini belakang kami langsung down ketika Mojo-kerto mendapatkan penalti di awal laga,” tutur Manajer Per-siba Agung Endro Sulastomo.

Dijelaskan Endro, rasa bersalah karena ada penalty dan gol, membuat mental pemain buyar. Dia berharap pada pertanding-an selanjutnya, timnya bisa lebih tenang dalam bermain. “Pembenahan lini belakang. Sebelumnya tidak masalah,” jelasnya.

Endro memberi evaluasi soal pilihan menyerang yang dilakukan pemainya, pada menit-menit awal. Karena saat berhadapan dengan Mojo-kerto Putra, para pemainnya terlihat terlalu percaya diri dengan tampil menyerang. Padahal mereka berlaga di kandang lawan dan permainan belum dikuasai.

“Kemarin mungkin sedikit per-caya diri. Sehingga anak-anak terlalu senang untuk menyerang. Harusnya pada 15 menit awal kita bertahan dulu dan mem-buat lawan frustasi, tapi jangan sampai terjadi gol. Itu penting. Kita akan kita kuatkan di lini belakang,” tegasnya.

Terpisah, Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto berjanji segera berbenah diri. Terutama dalam mengolah serangan efektif, agar pada pertandingan selanjutnya Johan Arga dan kawan-kawan bisa kembali meraih poin. Ske-ma rotasi pemain depan belum seutuhnya bisa dimainkan dengan baik, saat memasuki daerah pertahanan lawan. “Memanfaatkan peluang dan bagaimana membongkar perta-hanan lawan yang rapat, itu ma-sih jadi persoalan. Karena rotasi didepan belum optimal,” jelasnya.

Pekan ini, tim pelatih akan fokus mengulik kembali rotasi posisi yang pada pertandingan sebe-lumnya sudah berkembang baik. “Bagaimana juga mereka harus mengantisipasi saat kalah jumlah pemain, tapi bisa efektif bergerak,” tandas Erwan.(cr4/dya/dem/ong)