POLRES Bantul melepas Slamet Winangsih alias Mamik salah satu penjual minuman keras (miras) oplosan Minggu malam (15/3). Warga RT 02 Dusun Ngoto, Bangunharjo, Sewon itu hanya diwajibkan lapor seminggu dua kali, Senin dan Kamis.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo menyatakan, masa pemeriksaan terhadap Mamik hanya 1×24 jam.

Status bapak tiga anak itu urung dinaikkan menjadi tersangka lantaran kepolisian tak mengantongi barang bukti. Saat penggerebekan di rumahnya Sabtu (14/5) lalu tak ada satu pun miras oplosan tersimpan di rumahnya. “Waktu 1×24 jamnya sudah habis,” jelas Anggaito, kemarin (16/5)
Dari pantauan Radar Jogja, rumah tinggal pria yang sering disapa Mamik itu berada di sekitar kompleks perumahan. Pen duduknya didominasi pen-datang. Rumah milik Mamik ini di depannya dijadikan toko kelontong tersebut persis di perbatasan antara Dusun Tan-jung dan Dusun Ngoto, Bangun-harjo, Sewon.

Di mata tetangga, Mamik dikenal sebagai orang tertutup. Begitu pula dengan istrinya. Dia jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Saking tertutupnya, Mamik tidak pernah menghadiri kegiatan rutin RT, ronda, hingga agenda pertemuan paguyuban Dusun Tanjung dan Dusun Ngoto.

“Nggak pernah serawung,” ucap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kendati begitu, mayoritas warga setempat telah mengendus bisnis jual-beli miras yang di-jalankan Mamik. Sebab, aktivitas bisnis haram Mamik ini telah berjalan cukup lama. Hampir setiap malam, ada beberapa orang tak dikenal keluar-masuk ke rumah Mamik.

“Mungkin mau beli (miras). Bahkan, kadang-kadang pukul 01.00 dini hari,” paparnya. Sedianya, sebelum insiden miras oplosan mencuat sejumlah tokoh masyarakat setempat berencana “ngandani” Mamik.

Gara-garanya, kegeraman warga memuncak. Itu menyusul ulah Mamik yang menggelar pentas musik di rumahnya tanpa izin warga sekitar pada minggu lalu. Parahnya lagi, beberapa orang tak dikenal yang menghadiri acara tersebut menenggak miras. “Sebagai tetangga kami pengennya ngemong,” ucapnya.

Oleh karena itu, warga se tempat tidak begitu kaget dengan peng-gerebekan di rumah Mamik yang dilakukan Polres Bantul Sabtu lalu. Bahkan, sekitar tahun lalu Mamik pernah diseret ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri Bantul menjalani sidang Tipiring karena persoalan serupa. “Ormas saja pernah ke sini mau nggerebek kok,” tuturnya.

Hanya, upaya salah satu ormas ini gagal. Keberadaan beberapa orang yang diduga sebagai anggota kepolisian sebagai pe-nyebabnya. “Tiba-tiba beberapa orang berseragam ada di situ. Nggak tahu mau melerai atau bagaimana,” ungkapnya.Sepengetahuannya, kedatangan sejumlah orang yang diduga anggota Polres Bantul di rumah Mamik itu bukan hal asing lagi. Mereka rutin datang dalam waktu tertentu. “Mungkin menjadi se-macam beking,” ungkapnya.

Salah satu warga RT 02 Dusun Ngoto menambahkan, Mamik memang sudah dikenal sebagai penjual miras. Namun, sebagai warga pendatang baru dia tidak berani bersikap.Pada bagian lain, Feriyanto, salah satu penjual miras oplosan lainnya mengakui bahwa dia cukup lama berjualan. Sekitar dua tahunan. “Barang-barang-nya dikirimi,” jelasnya saat di-temui di Mapolres Bantul.Selama berjualan miras, Fe-riyanto pernah sekali digerebek dan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Bantul. (zam/ila/ong)