BANTUL – Ancaman hukuman berat me-nanti produsen dan penjual minuman keras (miras) oplosan. Kapolda DIJ Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat menegaskan, bakal menerapkan Undang-Undang No 36/2009 tentang Kesehatan bagi Produsen Miras Oplosan. Penjualnya dijerat dengan Pasal 204 KUHP
“Kalau hanya perda mungkin nggak kapok. Tapi kalau undang-undang langsung cemplung itu. Masuk sel,” tegas Kapolda usai menghadiri acara Silaturahmi dengan Bupati Bantul Suharsono di Gedung Parasamya, kemarin (16/5).

Dia menyayangkan masih adanya peminum yang tewas, padahal sudah banyak contoh-nya. Bulan Februari lalu puluhan orang tewas akibat meminum miras oplosan. Kepolisian akan memperketat pengawasan, dan menindak tegas pelakunya.

“Tidak hanya Tipiring, tapi dikenakan UU Kesehatan. Kami sudah koordinasi dengan Ka-jati. Bagi saya memprihatinkan. Tidak perlu terulang lagi,” tegas-nya. Demi menekan peredaran mi-ras oplosan, Polda DIJ bakal menggencarkan razia besar-besaran di seluruh wilayah hukum DIJ. Seluruh polres dan polsek se-DIJ diinstruksikan me ngawasi peredaran miras di wilayahnya masing-masing.

Bahkan, razia ini tak hanya menyasar produsen dan penjual miras. Lebih dari itu, seluruh aktivitas penyakit masyarakat seperti judi, prema-nisme, hingga prostitusi tidak akan ditoleransi. “Banyak salon terselubung. Salon plus-plus. Saya minta ratakan. Prostitusinya, maksud-nya. Masyarakat juga tidak usah minum oplosan, apalagi me nyia-nyiakan umur dan diri dengan hal yang tidak bermanfaat,” tan-dasnya.

Di samping itu, dia juga meng-instruksikan seluruh anggotanya intensif berkoordinasi dengan aparat pemerintahan hingga tingkat bawah, serta Kodim, dan Koramil. Tujuannya, agar berbagai persoalan seperti pe-redaran miras maupun penya-kit ma syarakat lainnya dapat segera terselesaikan. “Kalau ada anggota yang lalai saya pecat,” tandasnya.

Hingga kemarin jumlah pe-minum miras oplosan yang tewas bertambah tiga. Dua di antaranya, warga Bantul. Yakni, Jumadi warga Botokenceng, Wirokerten, Banguntapan dan Daliman, warga Mutihan 3, Wirokerten, Banguntapan. Satu lainnya warga Kota Jogja. Yaitu Dandi Febrian, warga Badran, Jogja.Dengan begitu, total yang meninggal dunia usai me nenggak minuman haram tersebut ber-jumlah 13 orang. Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengakui, jum-lah peminum yang tewas ber-tambah.

“Tapi saya belum dapat memastikannya. Karena butuh keterangan dari dokter,” ucapnya. Bupati Bantul Suharsono merasa prihatin dengan insiden miras oplosan yang merenggut banyak nyawa. Sebagai antisipasinya, bekas pensiunan Polri ini meng-imbau RT, dukuh, lurah, hingga camat rutin mengawasi lingkungan-nya. (zam/riz/ila/ong)