SLEMAN – Selain terjdi di SMA dan SMP, siswa tak hadir ujian nasional tanpa keterangan juga mewarnai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD di Sleman. Sedikitnya empat siswa absen tanpa menyertakan surat keterangan pada USBN hari kedua kemarin (17/5). Se-dangkan delapan peserta ujian lainnya izin karena sakit.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman Arif Haryono menyesalkan masih adanya peserta yang membolos USBN. Sebab, hasil ujian tak sekadar untuk mengukur kompetensi lulusan siswa.

Tapi menjadi syarat mendaftar ke jenjang pendidikan di atasnya. Arif memastikan, siswa yang bersangkutan tak bisa mengikuti ujian susulan di-jadwalkan pada pekan depan.

“Mereka tetap bisa mendapatkan nilai hanya melalui kejar paket A. atau mengulangi ujian tahun depan,” tegasnya.

Di Sleman, USBN diikuti 15.066 peserta. Mereka tersebar di 528 SD/MI di seluruh wilayah Sleman.

Terpisah, Kepala Sekolah SD Negeri Purworejo Hargo-binangun Sri Maryati mengatakan, pelaksanaan USBN kemarin cukup lancar. Kertas soal dan jawaban ma-teri matematika tidak ada yang rusak. Terkait siswa absen ujian, Sri meyakini tak akan terjadi di lembaga yang dipimpinnya. Jauh-jauh hari pihaknya telah mengimbau siswa agar menjaga kesehatan dan kebu-garan jasmani.

” Ada instruksi sekolah. Agar saat ujian berlangsung semua siswa dalam kondisi fit dan sehat,”ujarnya.Menurut Sri, pelaksanaan USBN kali ini beda dengan tahun lalu. Itu lantaran materi ujian kali ini meru-pakan gabungan antara kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006 dengan Kurikulum 2013 (K13). (bhn/yog/ong)