MUNGKID – Aktivitas pe nam-ba ngan di sekitar Merapi harus me ngantongi izin. Tidak hanya pe nambang yang menggunakan alat berat, izin juga harus di mi-li ki penambang manual. Pemprov Ja teng kini sedang menata soal pe nambangan. “Harus berizin semua, kalau ti dak berizin tidak boleh. Se ka-rang ini yang nyolong banyak, ada yang pakai alat berat dan ma nual,” kata Gubernur Jateng Gan jar Pranowo saat berkunjung ke Kabupaten Magelang kema-rin (17/5).

Ganjar menegaskan semua ben tuk kegiatan penambangan baik manual maupun alat berat ha rus berizin. Ia meminta war-ga, terutama penambang ma-nu al untuk tidak risau dan mera-sa dibedakan dengan pe nam bang alat berat. Menurutnya, Pemprov saat ini se dang berupaya menata dari se gala aspek.

“Kewenangan su-dah masuk provinsi. Izinkan sa ya untuk menata. Kalau tata ru ang nya benar, cara menam-bang benar, konsesinya benar, kan enak,” katanya. Sekarang, lanjut Ganjar, kon-sesinya sudah salah, tata ruang juga dilanggar. “Menambang salah, kalau kelongsoran, ke-banjiran nanti ngamuk,” jelas mantan politisi PDIP ini.

Oleh karena itu, ia pun me-minta para penambang sadar diri dan mengurus perizinan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini mengingat aktivitas tersebut berhubungan dengan hidup masyarakat. “Kalau perizinan sudah keluar, nanti kegiatan penam bangan juga akan dia-wasi sesuai aturan,” tandas-nya. (ady/laz/ong)