HINGGA saat ini kepolisian m asih menunggu hasil tes miras oplosan yang merenggut 13 nyawa di Kota Jogja dan Bantul akhir pekan lalu. Diduga, kandungan zat berbahaya pada oplosan tersebut lebih tinggi dari miras racikan Sasongko di Sleman beberapa waktu lalu
Wakapolda DIJ Kombes Pol Abdul Hasyim Ghani meng-ungkapkan, metanol yang ter-kandung dalam oplosan itu hampir mencapai 100 persen. Metanol bukan untuk manusia.

“Yang ini lebih keras dari kejadian sebelumnya. Kalau sebelumnya setelah minum masih ada jeda waktu. Kalau kemarin di Bantul, minum beberapa saat langsung semaput, tertidur, lalu game over. Selesai,” katanya saat jumpa pers di Mapolda DIJ, Selasa (17/5).

Menurut Ghani, saat ini masih mencari bukti pendukung, unsur bahan-bahannya apa saja. Dia menduga unsur metanolnya hampir 100 persen. “Dilihat dari ciri-cirinya yang langsung semaput, buta, dan organ da-lamnya rusak,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian baru menetapkan satu ter sangka atas nama Feriyanto (FR) ter-kait kasus miras oplosan yang merenggut belasan orang tewas. Polisi juga masih memburu peracik miras oplosan me matikan tersebut. “Peraciknya sampai saat ini tengah dalam pengejaran,” jelasnya.

Tersangka Feriyanto mengaku hanya membeli barang tersebut dari seseorang. Dia membeli miras oplosan sebanyak 80 botol air mineral dan dijual Rp 15 ribu per 550 mililiter.

Kepada terdangka polisi me-nerapkan pasal 204 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun dan 20 tahun jika menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ditanya wartawan terkait proses otopsi peminum oplosan yang tewas, dia mengatakan, penyidik tengah melakukan pendekatan terhadap para keluarga.Hal ini diperlukan agar ke luarga mengizinkan polisi melakukan otopsi terhadap peminum yang sudah tewas itu.

“Masih ada keluarga yang tak mengizinkan jenazah keluarganya diotopsi,” ungkapnya.

Menurutnya, otopsi ini penting dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian serta kan-dungan zat berbahaya apa yang diminum pelaku hingga tewas. Sementara itu, kemarin dipapar-kan data miras yang berhasil disita. Totalnya mencapai 2.590 botol serta 24 plastik, dan 13 jeriken (lihat grafis). (riz/ila/ong)