PELAYANAN: Bupati Badingah memotong pita peresmian gedung baru di RSUD Wonosari, kemarin.
GUNUNGKIDUL – RSUD Wono-sari bakal melakukan terobosan dengan memasang videotron berisi informasi publik. Infor-masi yang ditayangkan di video-tron tersebut antara lain jumlah kamar yang masih tersedia. “Sehingga masyarakat bisa tahu jumlah tempat tidur yang masih tersedia,” kata Dirut RSUD Wonosari Isti Indiani usai pere-smian gedung baru di RSUD Wonosari, kemarin.Pihaknya tidak akan menyem-bunyikan informasi tersebut. Sehingga jumlah ruangan pasien bisa terpantau.

“Kalau kosong, ya memang kosong. Semua bisa dilihat di tayangan videotron,” kata Isti.Selain itu, RSUD melakukan peningkatan layanan dengan menambah ruang pasien. Telah diselesaikan pembangunan ru-angan kelas 1, 2, dan VIP seba-nyak 24 unit. Sehingga jumlah keseluruhan ruangan yang ada sebanyak 178 unit. Peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan menambah poliklinik paru. Namun, pening-katan pelayanan itu tidak diiringi penambahan jumlah tenaga paramedis dan dokter. Idealnya, satu tempat tidur sa-tu paramedis. Sedangkan jum-lah dokter spesialis penyakit da lam, obsgyn, anak, saraf dan bedah minimal tiga orang.Fasilitas rehabilitasi medis, uro-logi, dan ahli paru juga belum ada.

“Hemodialisis (HD) atau cuci darah masih bekerja sama dengan RSUP Dr Sardjito,” kata Isti. Salah satu penyebab kurangnya jum lah dokter spesialis karena ke engganan pindah ke Wono-sari. Banyak dokter spesialis yang te lah membuka praktik, sehing-ga keberatan jika pindah ke RSUD Wonosari.Bupati Badingah mengatakan bahwa pelayanan RSUD harus ramah. Sehingga proses penyem-buhan pasien makin mudah. (gun/iwa/ong)