Kemenpar Genjot Wisatawan dengan Paket Religi

Umat Buddha dari tujuh negara akan mendatangi kawasan Candi Borobudur. Mereka hendak mengikuti Borobudur International Buddhist Conference (BBIC) atau Konferensi Buddha Internasional di areal Marga Utama, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur. Event ini dilangsungkan agar umat Buddha dan wisatawan dunia bisa hadir ke Indonesia.

ADI DAYA PERDANA, Mungkid
STAF Ahli Multi Cultur Kemen-terian Pariwisata Hari Untoro Dradjat mengatakan, dengan acara BBIC maka Candi Borobudur akan semakin dikenal dunia in-ternasional. Umat Buddha dari tujuh negara yang akan hadir itu datang dari Thailand, Malaysia, Singapura, Laos, Vietnam, dan Myanmar.

“Hal ini tentu saja memberikan multiplier effect bagi perkembangan dunia pariwisata Indonesia, dengan candi Borobudur sebagai magnet-nya,” kata Hari Untoro kemarin (17/5).

Menurutnya, Kementerian Pa-riwisata (Kemenpar) tidak tang-gung-tanggung dalam menggenjot semua sektor value pariwisata Indonesia. Bukan hanya perhela-tan musik maupun konferensi dari sebuah komunitas, tetapi juga ada event dengan unsur re-ligi. Yaitu pilgrimage tour atau paket wisata religi keagamaan yang berlangsung 20 Mei mendatang. “Ini merupakan pelaksanaan yang pertama kalinya. Semoga event ini dapat menjadi event ru-tin tahunan berskala internatio nal,” katanya.

Ia mengatakan, acara ini meru-pakan pintu masuk untuk menyel-enggarakan acara keagamaan Buddha lainnya. Wisata religi ini tidak hanya bertujuan kesenangan semata. Tetapi juga untuk wawasan religius.

“Wisatawan juga bisa menda-patkan pengalaman,” jelasnya.Direktur Pemasaran PT Taman Wisata Candi Borobudur Pram-banan dan Ratu Boko Ricky Sia-haan menjelaskan, acara pilgri-mage tour diawali dengan me-nyambut sunrise di Candi Boro-budur. Perjalanan kemudian di-lanjutkan dengan pilgrimage tour ke Candi Mendut, Prambanan, Sewu, Plaosan, dan Candi Kalasan.

“Mereka juga mengikuti seminar tentang perjalanan peradaban Buddha. Peradaban ini menjadi sumber inspirasi untuk ber in te-raksi dengan sesama, alam dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dengan menyelenggaraan aca-ra itu, kata Hari, bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Dengan de-mikian, target dua juta wisatawan pun bisa terpenuhi. “Acara ini tidak hanya terkait Waisak, tapi akan dikembangkan sesuai kebutuhan,” jelasnya. (laz/ong)