JOGJA – Karateka program jangka panjang (PJP) Forki Bantul kembali menunjukan ketangguhannya sebagai yang terbaik di Jogjakarta. Terbukti, di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Forki DIJ yang berlangsung di GOR Kelebengan Minggu (15/5).

Forki Bantul kembali membawa pulang gelar juara umum.Pelatih Forki Bantul Irwansyah Ginting mengatakan, dengan prestasi tersebut, karateka PJP Forki Bantul berhasil mempertahankan gelar juara umum empat kali berturut-turut dan total sudah tujuh kali piala kebanggaan tersebut diraih selama Kejurda Forki DIJ digelar.

Gelar juara umum diraih setelah anak-anak Bantul berhasil meraih 17 medali emas, 7 medali perak, dan 6 medali perunggu. Namun hasil rekap panitia penyelenggara yakni 10 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu. “Karena ada beberapa nomor yang ternyata pesertanya tidak memenuhi minimal tiga kontingen,” ujarnya.

Namun hasil tersebut tetap menghantarkan tim PJP Forki Bantul menempati peringkat tertinggi. Sedangkan peringkat kedua ditempati Inkai Jogja raihan 7 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Disusul Inkanas Jogja di peringkat ketiga dengan perolehan 3 medali emas, 8 perak, dan 7 perunggu.Menurutnya, hasil kejuaraan yang diikuti 16 tim se-DIJ tersebut sudah sesuai dengan target yang dicanangkan. Latihan yang dilakukan tanpa mengenal libur berbuah manis. “Saya berpesan kepada anak-anak tidak boleh bangga berlebihan dan segera berlatih keras lagi untuk menghadapi event selanjutnya,”ujarnya.

Adapun atlet PJP peraih medali emas di kategori pra pemula yakni Daffa Faalih kumite -35kg, Nathaniel Abimanyu kumite +35 kg, Chavia Elvaretta kumite -30 kg, Benedicta Larasati kata dan kumite +30 kg. Pada kategori pemula, Melinda Eka p kumite -40 kg. Kategori kadet, Rifqi Rozaqi kumite -52kg, Nectarastra Cesar kumite -63kg, Fitra Yunita kumite -54kg, Ai Sundari kumite +54kg.

Kategori junior, Bayu Nugroho kumite -55kg, Novi Noviantari kumite -48kg, Laksmi Citra w kumite +59kg. Kategori U-21, Gabrielle Ginting kata dan kumite -50kg, Mahesa putri kumite -68kg, M Naufal m kumite -75kg. “Kami masih memiliki pekerjaan rumah untuk menganarkan atlet kami Nita Tri Mardiany untuk bisa meraih medali di PON 2016 mendatang di Jawa Barat. Meskipun, Nita berstatus atlet mandiri kami optimistis peluang itu terbuka lebar,”ujarnya. (dya/din/ong)