JOGJA – Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI berencana menyusun rencana induk sumber daya manusia ilmu pengetahuan (SDM Iptek). Penyusunan tersebut merespon kegelisahan masyarakat, perguruan tinggi, dan industri terkait kebutuhan tenaga kerja yang dinilai masih jauh dari harapan. Apalagi, selama ini ada ribuan lulusan perguruan tinggi (PT) yang tidak terserah di dunia industri/perusahaan karena mereka tak memiliki keterampilan memadai.

“Lulusan Perguruan Tinggi jangan hanya pintar teori saja. Mereka harus memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri. Sehingga, sebelum memilih jurusan di sebuah kampus mereka harus melihat posisi apa saja yang dibutuhkan oleh para industri,” kata Direktur Direktorat Jenderal SDM Kemenristek Dikti RI, Ali Ghufron Mukti kepada wartawan disela-sela acara Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di Hotel Novotel, kemarin.

Menurunya, PT memiliki tiga fungsi yaitu mendidik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sehingga, PT jangan berpuas diri cukup dengan mendidik dan melakukan penelitian. Sebab, para lulusan dan hasil penelitian para mahasiswa dan dosen harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Gagasan penyusunan rencana induk SDM Iptek tersebut telah mendapatkan dukungan dari Bappenas.

“Harapannya, para lulusan perguruan tinggi dapat terserah tenaga kerja dan hasil penelitian dapat dinikmati masyarakat, tidak hanya untuk koleksi di kampus saja,” papar dosen Fakultas Kedokteran UGM ini. (mar/ong)