SLEMAN-Jika beberapa laga tandang PSS Sleman dilaksanakan malam hari, saat men-jamu Persiba Bantul pada Senin (23/5), pihak kepolisian memberi izin, dilaksanakan pukul 15.30. Faktor keamanan menjadi salah satu alasan pertandingan dilaksanakan sore hari. Mengingat Derby DIJ sarat fanatisme.

“Izinnya sudah kami terima tadi siang (Jumat). Laga digelar pukul 15.30,” kata Ketua Panpel PSS Ediyanto, kemarin.Manajer PSS Sleman Arif Juli Wibowo membenarkan kalau laga tersebut sarat gengsi. Tetapi dia meyakini Green Squad bisa menang melawan Laskar Sultan Agung. Hal itu didasarkan komposisi pemain yang dimiliki Super Elang Jawa, julukan PSS lainnya, yang notabene di atas rata-rata pemain Persiba.

“Laga besok sarat dengan gengsi, laga satu daerah pasti membawa nuansa berbeda. Kami tetap akan bermain dengan kekuatan penuh siapapun lawannya,” tutur Arif.

Pada pertandingan tersebut disediakan tiket sebanyak 25.000 lembar, dengan harga sama seperti pertandingan sebelumnya. Hanya saja Ediyanto mengimbau kepada para suporter untuk mema-tuhi regulasi dan peratur-an yang sudah ditetapkan. Sebelum memasuki tribun akan dilakukan sweeping terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan. “Penonton yang mau masuk akan di-sweeping dulu agar tidak ada yang membawa flare maupun petasan, yang bisa menganggu jalannya pertandingan,” ujarnya
Sisi lain, Allenatore Laskar Sultan Agung, Sadjuri Syahid paham betul kemampuan tim lawan yang berada di atas mereka. Namun bukan berarti semua itu akan meyurutkan mental anak asuhnya. Dia berharap timnya tidak demam panggung, terutama pada babak pertama. Karena kebobolan gol di babak pertama “Saya harapkan dengan lawan seperti itu, anak-anak lebih bersemangat lagi dan tidak minder. Semua bisa terjadi di atas lapangan,” tandas Sadjuri. (cr4/dem/ong)