DWI AGUS/RADAR JOGJA
KREATIF: Salah seorang siswa SMAN 3 Jogjakarta menjelaskan sistim kerja laboratorium pembangkit listrik tenaga Hybrid kepada tamu sekolah.

Hasilkan Daya 110 Watt dari Kombinasi Picohydro dan Tenaga Surya

Prestasi kembali diukir siswa SMAN 3 Jogjakarta. Mereka berhasil menciptakan pembangkit listrik Hybrid. Energi listrik dihasilkan dari kombinasi Picohydro dan tenaga surya. Picohydro merupakan teknologi yang mengandalkan gerak kinetis air.

DWI AGUS, Jogja
TEKNOLOGI yang dikembangkan siswa memang bukan hasil karya sendiri. Itu merupakan sumbangsih PT. Len Industri Persero, salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang elektronika.Melihat keberhasilan siswa menciptakan tenaga surya dari hasil Picohydro produksi-nya, Direktur Keuangan dan SDM PT. Len Industri Tri Andayani sangat apresiatif. Dia terkesan dengan upaya para siswa mencip-takan sumber tenaga terbarukan.

“Ke depan, sumber tenaga itu bakal menjadi penopang energi. Manusia tidak perlu tergantung lagi pada energi yang bersumber di perut bumi,” tuturnya disela peresmian pembang-kit listrik tenaga Hybrid di SMAN 3 Jogja-karta kemarin (20/5).

Lebih lanjut, Andayani menegaskan bahwa minyak bumi, yang saat ini menjadi sumber energi utama, lama-lama bakal habis. Pa-dahal, minyak bumi termasuk sumber en-ergi yang tidak terbarukan. Kondisi itu akan mengakibatkan stok sumber energi di bumi memasuki masa kritis
“Butuh waktu yang sangat lama untuk menghasilkan satu tetes minyak bumi. Sementara listrik yang bertenaga air, angin, dan matahari masih sangat melimpah. Karena itu kami ingin mengenal-kan energi ini (Hybrid) kepada anak sejak usia sekolah,” paparnya.

Andayani berharap, produk andalan perusahaan yang dip-impinnya mampu memacu kreativitas siswa SMA. Lebih dari itu, teknologi pembangkit listrik tersebut memiliki nilai guna bagi sekolah.

“Kreativitas bidang teknologi sangatlah penting. Kami sangat menghargai sebuah proses ke-tika siswa mau belajar,” ujarnya saat meresmikan pembangkit listrik tenaga Hybrid di SMAN 3 Jogjakarta kemarin (20/5). Dalam kesempatan ini turut ha-dir Anggito Abimanyu.

Alumnus SMAN 3 yang pernah menduduki jabatan penting di pemerintahan itu termasuk salah satu pendukung eksperiman energi Hybrid. Bagi Anggito, penelitian itu semata-mata guna memperdalam ruang pengetahuan anak.Tidak hanya sebatas teori dalam kelas tapi juga praktik. Sehing-ga siswa tak hanya mendalami dalam buku semata. Pengalaman empiris dengan praktik harus seimbang.

“Meski hanya menghasilkan total istrik kapasitas 110 watt, saya yakin bisa menginspirasi. Siswa juga lebih kreatif,” katanya.

Kepala SMAN 3 Jogja Dwi Rini Wulandari mengungkapkan pembangkit listrik Hybrid men-jadi laboratorium siswa. Semen-tara sebatas untuk kegiatan praktik. Sekaligus sebagai ba-gian dalam mata pelajaran ten-tang penghematan energi.

“Kalau untuk suplai listrik sekolah memang belum bisa, karena kapa-sitasnya sangat kecil. Tapi untuk ruang praktik siswa, ini sangat bermanfaat. Mereka jadi tahu ba-gaimana mewujudkan sumber energi yang bermanfaat dan tepat guna,” ujarnya. (yog/ong)