SLEMAN – Polda DIJ telah memeriksa lima orang saksi untuk melengkapi berita acara pe-meriksaan (BAP) atas kasus dugaan pencabu-lan dengan tersangka Ismail,47, kepala sekolah Madrasah Aliyah Madania di Gedongkuning, Banguntapan, Bantul. Keterangan lima saksi juga untuk menguatkan hasil pemeriksaan terhadap korban, S,16, siswi madrasah tsana-wiyah di Kotagede.

Kanit PPA Polda DIJ Kompol M.Retnowati sengaja tak menyebutkan identitas para saksi. Itu demi kepentingan penyidikan, sekaligus sebagai wujud perlindungan terhadap saksi. “Jangan sampai mereka (para saksi) tak mau lagi dimintai keterangannya,” tutur Retno-wati kemarin (20/5).

Selama pengembangan perkara, perwira me-nengah Polri itu memastikan bahwa korban pencabulan pria asal Cilacap itu hanya satu orang. Ismail menggagahi korbannya sejak awal 2016. “Kami masih mendalami perkara ini,” lanjutnya
Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan alat bukti berupa akte kelahiran korban. Berikut obat-obatan yang di-berikan pelaku kepada korban. Sebagaimana diketahui, ter-sangka telah memberikan obat EM Kapsul dan pil Topicin. Obat tersebut diduga untuk menggu-gurkan janin dalam kandungan korban yang hamil lebih dari sebulan.

“Soal obat itu kami masih menunggu hasil uji labo-ratorium,” ungkapnya.

Ismail ditangkap Unit PPA Polda DIJ di sekolah tempatnya bekerja pada Senin (16/5). Dalam laporan awal, Ismail disangka telah mencabuli korbannya hingga hamil. Modusnya, ter-sangka memanfaatkan ke luguan korban yang sering diantar- jemput oleh dirinya, dari seko-lah menuju asrama. Saat itu korban sedang kondisi sakit. Ismail memboncengkan korban dengan sepeda motor.

Tersangka juga kerap me nraktir korban makan, bahkan mem-berikan ponselnya untuk ber-komunikasi. Disela antar-jemput, korban dibelokkan ke losmen dan di-cabuli. Menurut pengakuan tersangka, perbuatan itu di-lakukan sebanyak empat kali. (riz/yog/ga)