KELOMPOK suporter PSIM Jogja yang menamakan dirinya Brajamusti masih menyelidiki dan berkoordinasi tentang kejadian Minggu dini hari (22/5). Presiden Brajamusti Rahmad Kurniawan mengatakan, sesuai koordinasi dengan pihak ke-polisian, sekitar 2.100 suporter yang datang menonton ke GOR Jatidiri, Semarang menggunakan rute Barat. Mereka juga menda-pat pengawalan ketat dari ke-polisian saat kembali ke Jogja. “Kami dikawal terus oleh kepolisian. Kami belum tahu persis info validnya. Kami juga masih terus menyelidiki,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin.

Rahmad mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan upaya penghindaran agar tidak terjadi pertikaian. Karena tidak dipungkiri, setiap ada per-tandingan PSIM pasti ada kon-sentrasi rombongan. Meng ingat banyak juga anggota Braja musti yang ada di perbatasan.Salah satu solusinya yakni memutar rute dengan me ngambil jalan alternatif dan tidak me-lewati jalur utama. Seperti yang dilakukan saat pergi dan pulang dari pertandingan PSIM ke markas PSIS, Sabtu kemarin. “Para Laskar atau koordinator selalu berkoordinasi, kami juga menekankan kepada akar rumput (anggota) untuk tidak tersulut pertikaian,” ujarnya.

Dari catatan terakhir, setidaknya ada 7.000 anggota yang terdaftar. Kelompok suporter yang sudah berusia 13 tahun ini juga mewa-jibkan anggotanya untuk memiliki kartu tanda anggota (KTA). Itu dilakukan selain sebagai pen-dataan, juga sebagai upaya lain untuk masuknya oknum yang ingin memanfaatkan secara negatif nama Brajamusti. “Kami selalu menghidari hal-hal negatif, karena turnamen ini sendiri obat rindu, kami tidak mau merusaknya dengan hal-hal negatif,” ujarnya. Beberapa hari yang lalu, Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan PSS Sleman memanggil per-wakilan dari suporter dari Per-siba Bantul dan PSS Sleman untuk berkoordinasi. Pada per-temuan itu, membahas tentang teknis pelaksaan pertandingan yaitu estimasi penonton dari Persiba Bantul dan penempatan di tribun.

Hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari kelompok suporter Slemania, Brigada Curva Sud (BCS), Paserbumi, dan Curva Nord Famiglia (CNF).Hasilnya, sudah disepakati bahwa Persiba Bantul boleh membawa suporter sebanyak 1.000 orang. Demi lancarnya pertandingan dan untuk men-cegah bentrok, panpel menem-patkan suporter Persiba, Paser-bumi, di tribun merah sebelah utara. Sedangkan CNF berada di tribun merah sebelah selatan.Suporter PSS Sleman dan Persiba Bantul juga sudah me-nyepakati untuk saling meng-hormati satu sama lain. “Pada dasarnya mereka tidak ada masalah. Kami yakin laga akan berjalan lancar dan teman-teman bisa bersikap dewasa,” ujar Ketua Panpel PSS Sleman Ediyanto. (dya/cr4/ila/ong)