HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
SIAPA KANDIDATNYA?: Beberapa kandidat calon wali kota (cawali) Jogja saat hadir dalam Pelantikan Pengurus DPD PAN, kemarin (22/5). Di antaranya, Imam Priyono (lima dari kiri), Haryadi Suyuti (berpeci). Serta berturut-turut dari kanan, Arif Noor Hartanto, Chang Wendryanto, Zuhrif Hudaya, Heroe Poerwadi, Syauqi Soeratno.
JOGJA – Jika akhir-akhir ini calon petahana Haryadi Suyuti (HS) disebut sebagai calon terkuat dari Koalisi Partai Gerindra dan PKS, jelang waktu pendaftaran bisa be-rubah. Ini tak lepas dari manuver PAN untuk men dapatkan kandidat terbaik di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017.Sejumlah kandidat dikenalkan di hadapan pengurus DPD PAN DIJ
Salah satunya HS yang di-kenalkan ke kader di sela acara pelantikan pengurus DPD PAN DIJ, kemarin (22/5). Bahkan, HS mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutan dengan statusnya sebagai wali kota.

Selain HS, semua kandidat yang muncul selama ini turut diun-dang. Mereka adalah calon pe-tahana dari PDI Perjuangan Imam Priyono, Syauqi Soeratno, dan Zuhrif Hudaya. Sedangkan dari kader PAN ada Arif Noor Hartanto (Inung) dan Heroe Poerwadi.Mantan Wali Kota Herry Zudianto (HZ) juga turut hadir di acara tersebut.

HZ bahkan mengenakan seragam PAN, partai yang selama dua periode 2001 -2006 dan 2006-2011 me ngu-sungnya.Saat memberikan sambutan, Ketua DPW PAN DIJ Nazarudin secara khusus menyinggung HS. Nazar, bahkan mengungkapkan harapannya, HS bisa kembali ke PAN.

“Dulu Pak Haryadi pernah mendampingi Pak Herry. Kali ini Pak Haryadi ke sini lagi, semoga kembali nyaman ya, pak,” kata Nazar saat memberikan sambutan di pelantikan DPD PAN, kemarin.

Nazar menambahkan, keha-diran HS ini mungkin karena adanya romantisme terhadap gedung DPW. Terlebih, HS bagi PAN tidaklah asing. Nazar me-negaskan, PAN memiliki sejarah yang kuat terhadap HS. Ke-munculan HS pada 2006 silam saat mendampingi HZ berkat andil pesar dari PAN.

“PAN menyambut dengan tangan terbuka kepulangan Pak Haryadi,” ujarnya yang disambut geerr, kader PAN.

Bagai gayung bersambut, HS ternyata juga menanti ajakan dari PAN. Ini terkesan dari sambutannya. HS bercerita, dia menjadi orang yang pertama kali mendatangi Kantor DPW PAN yang berada di Jalan Ngeksigondo, Kotagede tersebut. “Saya menjadi saksi pertama peletakan batu pertama gedung ini,” katanya.Tak hanya soal bangunan, HS mengaku, kemunculannya di Kota Jogja tak lepas dari kiprah PAN.

“Saya terima kasih. Karena saya dibesarkan PAN. Baik du-kungan maupun kritiknya selama ini,” jelas bapak dua anak ini.

Meski terkesan cair, PAN ternyata belum memastikan bakal me-ngusung HS. Sebab, semua keputusan tetap berada di DPP. Itu pun, tak bisa seperti Pilwali 2011 silam. Koalisi partai politik tetap memperhatikan koalisi dengan daerah lain. (eri/ila/ong)